Timnas Rusia yang sekaligus berperan sebagai tuan rumah, telah mengakhiri petualangan mereka di Piala Dunia 2018. Hebatnya, meski jadi satu-satunya tim yang tersingkir, namun mereka tidak perlu pulang kampung seperti tim-tim lain.

Perjuangan Rusia di Piala Dunia kali ini perlu diberikan apresiasi. Usai lolos ke babak 16 besar dengan menyandang peringkat kedua, mereka sepertinya akan langsung gugur sebab bertemu dengan Spanyol yang di atas kertas jauh lebih diunggulkan.

Namun dengan semangat juang mereka berhasil membungkam opini negatif tersebut. Melawan Spanyol yang dihuni oleh pemain-pemain 666arang yang kebanyakan dari La Liga, mereka berhasil menunjukan perlawanan. Rusia menahan imbang Spanyol dengan skor 1-1 yang membuat pertandingan dilanjutkan pada babak adu penalti.

Kegemilangan Igor Akinfeev di babak tos-tosan membuat Rusia melaju ke babak perempat final dan berhadapan dengan Kroasia. Sayang pada babak ini yang juga bertahan hingga adu penalti, Rusia harus kalah dengan skor 3-4.

Pertarungan sejatinya berlangsung sengit. Kedua tim saling berbalas gol meski tidak diketahui sudah centang dua warna biru atau belum. Rusia bahkan memimpin lebih dahulu melalui gol Denis Cheyshev pada menit ke-31 sebelum dibalas oleh Andrej Kramaric. Dalam waktu 2×45 menit, kedua tim hanya bermain imbang 1-1.

Pada babak tambahan giliran Kroasia yang unggul terlebih dahulu melalui gol Domoagoj Vida pada menit 100. Ketika pertandingan tersisa lima menit, Mario Fernandes membuat  publik berharap banyak saat ia menyamakan skor menjadi 2-2. Rusia akhirnya takluk pada babak adu penalti membuat mereka tersingkir tanpa harus pulang kampung.

Belakangan sebuah media asal Jerman bernama Süddeutsche Zeitung, melaporkan bahwa ternyata performa Rusia tidak alami macam iklan Herbal Essence. Para pemain “Beruang Merah” mereka laporkan mengonsumsi zat kimia yang berpengaruh pada performa para pemain.

Jelas mereka bukan pada ngelem Aibon macam mabok murah meriah remaja ibukota. Sudah pasti teler bermain kalau seperti itu. Apalagi menghirup lem power glue. Bisa-bisa hidungnya menyatu dengan mulut kalau salah penggunaan.

Seperti dilansir dari Liputan6 bahwa para pemain timnas dituding menghirup amonia yang merupakan senyawa kimia. Amonia dipercaya bisa memperlancar aliran oksigen ke dalam darah.

Menurut Süddeutsche Zeitung, salah satu juru bicara timnas Rusia juga mengonfirmasi hal tersebut. Dia mengatakan bahwa pemain Rusia melakukannya saat bertemu dengan Spanyol. Dalam duel ini bahkan salah satu pemain Rusia dikatakan menghirup amonia dari bola kapas sebelum turun ke lapangan.

Amonia sendiri terdiri dari Nitrogen dan Hidrogen. Senyawa dikatakan memiliki bau yang sangat menyengat meski tak seperti balsem cap Tawon. Cairan ini sering digunakan dalam rumah tangga untuk membersihkan permukaan seperti lantai.

Namun Amonia tidak beracun bagi manusia dan mamalia karena ada mekanisme khusus dalam tubuh.

Selama ini atlet Rusia kerap kali tersandung kasus doping saat berlaga di kancah Internasional. Namun amonia yang dihirup saat Piala Dunia tidak tergolong zat terlarang. Baygon dan Bayclin sebenarnya juga tidak dilarang untuk dihirup ataupun diminum. Namun tidak ada gunanya juga kedua cairan itu jika digunakan dalam olahraga.

Jika benar, berarti Rusia bukan menang gara-gara keluarga lawan mereka disandera oleh Putin seperti yang banyak diberitakan akun-akun pembuat meme.

“Federasi Sepak Bola Rusia menganggap kalau itu (menghirup amonia) merupakan kegiatan yang biasa seperti menggunakan sampo saat mandi,” tulis Süddeutsche Zeitung dikutip dari Liputan6.

Selain Süddeutsche Zeitung, Tabloid Bild juga mengkalim bahwa televisi Jerman sempat menayangkan para pemain Rusia menggosok hidungnya saat melawan Kroasia yang diindikasikan sedang menghirup Amonia.

Main photo: nytimes.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here