Timnas Juara, Pak Iwan dan Kemenpora Angkat Piala

0
144

Tim nasional U-16 akhirnya mempersembahkan trofi kepada bangsa dan negara, sekaligus jadi kado ulang tahun manis untuk Hari Kemerdekaan Indonesia yang jatuh beberapa hari lagi. Timnas sukses mengalahkan Vietnam di final Piala AFF U-16 dengan skor tipis 1-0.

Yang namanya U-16, singkatannya adalah Under 16, bukan Udah 16. Artinya, yang ikut turnamen ini maksimal usia 16 tahun, termasuk urusan angkat piala.

Maklum, namanya bapak-bapak pejabat Indonesia memang selalu ingin tampil. Acara sederhana saja harus dipakai selebrasi gunting pita segala macam. Namun, karena U-nya itu “Udah”, jadi bapak-bapak itu merasa sudah berusia 16 tahun jadi boleh saja ikutan angkat piala.

Pada momen pengangkatan piala, entah gimana yang meraih pialanya justru Pak Kemenpora, Zainudin Amali, dan Pak Ketum PSSI, Iwan Bule. Padahal, di mana-mana yang angkat piala itu hanya kaptennya saja.

Kalau mau diangkat bareng-bareng, sang kapten biasanya mengajak vice-captain atau mengajak rekannya yang paling senior sebagai bentuk penghormatan.

Penghabisannya, kapten Muhammad Iqbal Gwijangge yang tampil luar biasa dan jadi pemain terbaik itu, gagal mengangkat piala sendirian dengan posisi yang enak.

Kamera pun lebih menyorot Pak Iwan dan Pak Zainudin, karena posisi Iqbal hanya dari samping dan ketutupan tangan pemain-pemain lainnya. Alhasil, yang juara seolah-olah Pak Zainudin dan Pak Iwan.

Mungkin, mungkin nih ya, kita ambil sisi positifnya. Mengangkat piala ramai-ramai begitu sebagai bentuk aksi gotong royong. Indonesia kan terkenal dengan semangat gotong royongnya.

Usaha dilalui bersama, hasil juga dinikmati bersama. Kalau melihat upaya dari Kemenpora dan PSSI ini kan luar biasa banget usahanya sampai bisa bikin timnas juara. Kalau tidak ada mereka, ya pasti tidak ada yang mengatur dan membina sepak bola di Indonesia.

Pada jalannya pertandingan, laga ini berlangsung keras dan kasar meski tidak menjurus perbuatan “mengerikan dan menjijikkan” seperti kata pak Mahfud MD pada kasus Ferdy Sambo.

Semangat adik-adik timnas begitu menggelora. Suporternya juga luar biasa. Serangan terus dilancarkan sampai akhirnya jebol juga itu gawang Vietnam yang dikawal bocah usia 16 tahun.

Kafiatur Rizky sukses menggocek satu pemain Vietnam sebelum mengakhirinya dengan tendangan tidak terlalu keras tapi terarah. Jebret! Tribun stadion bergemuruh, komentator pun heboh.

Sempat terjadi cekcok di penghujung pertandingan antara pemain Indonesia dengan pemain Vietnam. Namun, tidak sampai terjadi aksi baku hantam.

Vietnam sempat mendapat dua tendangan sudut di akhir-akhir laga yang bikin deg-degan. Beruntung tidak terjadi gol, peluit akhir dibunyikan semuanya girang sampai menangis.

Selamat Timnas U-16!

Selamat Pak Kemenpora dan Pak PSSI!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here