Timnas Indonesia secara tidak terlalu mengejutkan kembali menelan kekalahan pada laga lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2022. Menjamu Vietnam di Stadion I Wayan Dipta, “Timnas Garuda” ditelan dengan skor 1-3 oleh tamunya.

Benar-benar jadi sobat ambyar kalau melihat perjalanan Indonesia di babak kualifikasi ini. Dari empat pertandingan yang telah dijalani, semuanya diraih dengan rekor 100 persen. Sayang rekor sempurna itu adalah sempurna menelan kekalahan di semua laga.

Tersayat-sayat hati ini bersedih melihat timnas kita jadi yang paling buncit meski tidak busung lapar. Empat laga, nol poin, dan 14 kali kebobolan.

Indonesia kini tercecer di peringkat akhir klasemen dengan poin yang tidak berubah sejak dimulainya pertandingan kualifikasi. Tidak juga menetas telurnya. Harusnya dipasang lampu bohlam 5 watt dekat poin Indonesia agar cepat menetas. Paling lama 21 hari pasti sudah menetas.

Padahal dari empat laga tersebut, tiga di antaranya digelar dengan status tuan rumah. Tapi masih saja tidak menyelamatkan. Setidaknya dari kekalahan ini kita bisa melihat bahwa timnas kita benar-benar konsisten.

Berdoa saja di sisa empat laga lain, Indonesia tidak lagi konsisten seperti sekarang yang hobi sekali memberikan tiga poin kepada lawan. Semoga semuanya dilibas dengan kemenangan.

Pada jalannya laga tersebut, pelatih Simon McMenemy kembali bereksperimen dengan menggunakan kiper lainnya dimana Muhammad Ridho ditempatkan di bawah mistar gawang Indonesia.

Vietnam sendiri lebih dahulu memimpin lewat sepakan Do Duy Manh memanfaatkan bola sundulan dari Do Hung Dung. Padahal kalau kedua pemain itu dipanggil “Do!”, bakal menengok keduanya sehingga jadi tidak konsesntrasi dan bisa jadi gawang Indonesia tidak kebobolan.

Indonesia kembali kebobolan di babak kedua melalui eksekusi penalti Que Ngoc Hai. Penyebabnya adalah tekel Yanto Basna yang tidak sengaja mengarah kepada Hung Dung. Mungkin tidak sengaja terpencet tombol O saat itu.

Hanya enam menit setelah gol tersebut, Vietnam membuat laga menjadi 3-0 berkat gol Nguyen Tien Linh. Pada momen inilah, pasti banyak dari kita yang mengganti channel TV.

Indonesia sempat membalas satu kali lewat gol dari Irfan Bachdim di menit ke-84. Meski demikian skor 3-1 tetap bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.

“Kami bermain dengan sangat bagus, 70-80 persen bagus, pertahanan bagus, organisasi juga bagus, tapi setelah babak kedua, di 10 menit pertama, kami tidak konsentrasi, kami kebobolan, tiga gol hadiah buat Vietnam, tanpa mengurangi rasa respek kepada vietnam, mereka fair play, mereka adalah tim muda dan memiliki pengalaman,” kata Simon dikutip dari Detik.

Main photo: wartabalionline.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here