Hamburg akhinya memecahkan rekor mereka yang telah bertahan selama 55 tahun. Sayangnya, rekor yang dipecahkan tersebut tidak begitu menyenangkan seperti saat kita memecahkan tabungan saat SD yang uangnya dipakai untuk beli Tamiya.

Sebab, rekor yang mereka pecahkan tersebut adalah tidak pernah degradasi ke divisi bawah. Namun kini mereka untuk pertama kalinya akan bermain di Bundesliga 2 pada musim depan. Nasib tersebut tidak terhindarkan walaupun minta bantuan Roy Kiyoshi yang sepertinya lebih jago menerawang gambar air pada uang.

Hasil tersebut harus mereka terima walaupun meraih kemenangan 2-1 atas Borussia Monchengladbach di Volksparkstadion pada pertandingan terakhir Bundesliga. Degradasi perdana yang sepertinya tidak ada bonus pulsanya itu memicu kerusuhan dari suporter mereka. Akibatnya pertandingan terpaksa ditunda sempat terhenti selama 15 menit.

Mungkin para suporter sulit menerima kenyataan pahit tersebut. Pahitnya mengalahkan obat puyer. Mereka pun melempari bom asap dan flare ke dalam lapangan. Sebagian lapangan pun menjadi penuh oleh asap meski tidak ada penjual sate ayam, sate padang, maupun sate taichan.

https://twitter.com/Squawka/status/995283561988153345

Pada pertandingan tersebut, Aaron Hunt membuat Hamburg unggul lebih dahulu pada menit ke-11 melalui sebuah sepakan gampang meski akan sulit dilakukan jika kedua kaki sedang diborgol. Akibat terjadi handball, wasit menunjuk titik putih yang tidak disia-siakan oleh Hunt.

Dengan sepakan kaki kiri yang jempolnya cuma ada satu, ia menipu kiper Gladbach dan membuat Hamburg unggul 1-0. Namun keunggulan tersebut tidak bertahan lama sampai satu tahun.

Hanya 17 menit kemudian, Gladbach membalas melalui Josip Drmic. Berawal dari sebuah counter attack, Drmic membuat sebuah gerakan 378 alias tipuan, sebelum melepaskan tendangan keras dari dalam kotak penalti.

Babak pertama berakhir dengan kedudukan 1-1 yang membuat kedua tim harus mencetak gol kembali dan lebih banyak dari lawan jika ingin menang.

Lewis Holtby yang akhirnya menyelamatkan muka Hamburg pada pertandingan tersebut. Dengan sebuah tendangan yang datar-datar saja seperti jalan tol, Holtby membuat kiper Gladbach bergeming tidak berkutik seperti sedang menahan buang air besar.

Hingga pertandingan berakhir, skor 2-1 tetap menjadi milik Hamburg. Namun kemenangan tersebut menjadi tidak berarti sebab pada pertandingan lainnya, Wolfsburg juga meraih kemenangan. Tambahan tiga poin tersebut membuat Hamburg mengoleksi 31 poin dari 34 pertandingan dan finis di peringkat ke-17.

Seluruh warga Hamburg khususnya yang ngefans banget sama Hamburg sudah pasti berduka. Mereka merupakan salah satu dari klub bola profesional di liga top Eropa yang enggak pernah degradasi selain Real Madrid, Barcelona, Inter, Athletic Bilbao, dan PSG.

Dengan degradasinya Hamburg, maka dipastikan klub-klub Jerman sudah pernah degradasi. Biar adil dan merata, tidak ada lagi ledek-ledekan di tongkrongan. Hamburg sudah tak bisa lagi sombong sebagai satu-satunya klub Jerman yang belum pernah degradasi.

“Tentu ini merupakan hal paling menyakitkan dalam hidup klub Hamburg, di mana kami menghilangkan keunikan kami sendiri,” ujar Presiden Hamburg, Bernd Hoffmann.

Main photo: @Bundesliga_EN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here