Federasi Sepak Bola Inggris atau yang biasa dikenal FA oleh masyarakat banyak, mengecam tindakan terorisme di jantung kota London, Rabu (22/3). FA berencana mengadakan penghormatan sebagai bentuk simpati kepada para korban di laga kandang tim nasional Inggris selanjutnya.

Serangan teroris di London cukup ramai diperbincangkan dunia, apalagi dunia maya yang tanpa batasan itu. Seorang pelaku dilaporkan melakukan aksi teror dengan menabrakan mobilnya ke para pejalan kaki di sepanjang Jembatan Westminter. Akibatnya, lima pejalan yang kurang beruntung itu tewas dan puluhan lainnya luka-luka.

Belum puas sampai di situ, pelaku sadis mengakhiri mobilnya dengan menabrakan mobil ke pagar Gedung Parlemen Inggris. Setelah itu dia menikam anggota polisi hingga tewas. Aksi pelaku baru berhenti setelah dihajar timah panas oleh anggota polisi yang berada di Gedung Parlemen tersebut.

Sang pelaku langsung ambruk dan dilarikan ke rumah sakit. Pelaku akhirnya tewas meski sempat dirawat di rumah sakit. Dia meninggal sampai saat ini, tak bangun-bangun lagi.

Insiden itu terjadi ketika Inggris sedang jadi tamunya Jerman di laga pertemanan sekaligus perpisahan Lukas Podolski. Di satu sisi sedang merayakan pesta perpisahan, di satu sisi ada korban jiwa melayang di bumi belahan lain.

Hasil gambar untuk london attack
Ini dia tragedi London Attact yang cukup mengerikan. (Source: Essex Live)

Pelatih Gareth Southgate tampak terkejut menerima kabar tersebut. “Pertama kali yang terpikir oleh kami adalah para korban yang kehilangan nyawanya, meletakan sepakbola sebagai sudut pandang,” kata Southgate dikutip Dailymail.

Kejadian ini tak bikin FA menunda jadwal menghadapi Lithuania di babak kualifikasi Piala Dunia 2018 di Stadion Wembley pekan depan. FA justru berniat mengadakan upacara kecil dengan memberikan penghormatan kepada para korban yang gugur di jalanan tersebut.

“Kami sadar bahwa identitas kita sebagai bangsa adalah untuk melakukan sesuatu pada saat-saat seperti ini. Untuk menghormati para korban, kami rasa hari Minggu nanti di London menjadi suatu yang tepat,” sambung Southgate yang sudah paruh baya itu.

Hal tersebut juga diamini oleh Greg Clarke, seorang petinggi di FA. Apalagi, laga tersebut akan dilakukan di London, kota tempat peristiwa itu terjadi.

“Pikiran kita bersama semua yang terkena dampak dari insiden mengerikan ini. Kami menyadari keberanian layanan keamanan dan semua yang terlibat dalam pertandingan Inggris vs Lithuania pada hari Minggu,” tuturnya.

Main photo credit: Huffington Post UK

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here