Inter Milano akhirnya sukses mendapatkan tiket ke babak 16 besar setelah dalam dua edisi sebelumnya selalu gagal. Inter mendapat golden ticket itu usai mengalahkan Shakhtar Donetsk.

Pasca-treble 11 tahun silam, penampilan Inter di Liga Champions memang cenderung anjlok. Mereka sempat absen di beberapa edisi. Mereka masuk lagi musim 2018/19 tapi selama tiga tahun berturut-turut tidak sanggup lolos ke babak 16 besar. Hal itu karena mereka selalu tergabung dalam grup keras. Musim lalu saja, Nerazzurri cuma menang sekali.

Jadi selama tiga musim ini, Inter cuma jadi pelengkap saja. Biar memenuhi kuota 32 tim. Ibarat daun seledri di mangkok bakso. Enggak ada seledri juga enggak apa-apa.

Kali ini, mereka kembali masuk grup neraka. Anggotanya relatif sama, cuma Borussia Moenchengladbach diganti oleh Sheriff Tiraspol. Namun, Inter berani kasih keras. Jika sebelumnya Shakhtar menjadi batu sandungan, tidak kali ini. Inter mampu mengandaskannya dengan mantap jiwa.

Meski di babak pertama tidak sanggup mencetak gol, Inter bisa mencetak dua gol kemenangan di babak kedua. Sebenarnya mencetak tiga, tapi satunya lagi dianulir kamera CCTV.

Inter mencetak gol pertama lewat situasi serabutan di kotak penalti Shakhtar. Matteo Darmian mencoba menendang tapi malah jatuh gubrak. Namun, bola liar langsung di-follow up Edin Dzeko dengan tendangan keras.

Hanya berselang enam menitan, Dzeko kembali menggandakan keunggulan Inter. Ivan Perisic memberikan sebuah umpan silang asyik yang bisa disundul oleh kepala Dzeko yang sedang diplester.

Plesterannya bukan dari aci yang biasa dipakai kuli. Tapi plester yang memang khusus buat kepala. Meski diplester, dia tetap dapat menyundul dengan baik tanpa rasa sakit.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here