AC Milan terus melaju dan terus ngegas di pekan-pekan pertama Seri A. Sudah tiga laga, tiga-tiganya meraih kemenangan. Sungguh bukan Milan sekali.

Memang, Milan yang sekarang bukanlah Milan yang dahulu 10-15 tahun lalu. Saat di mana kemenangan jadi hobi mereka. Milan yang ini hobi seri dan kalah, suka cosplay jadi medioker.

Namun, sepertinya hal itu mulai berubah. “Rossoneri” sudah tak mau lagi jadi korban bully-an. Milan mau berubah. Berubah jadi lebih baik. Ehe.

Hasilnya sudah terbukti, pada laga ketiga lawan Spezia, timnya Stefano Pioli itu meraih kemenangan lagi dengan skor tiga kosong. Kini Milan dan Atalanta memimpin klasemen dengan torehan kemenangan 100% sembilan poin. Kapan lagi, ya kan?

Kemenangan Milan tidak diraih dalam delapan menit pertama, apalagi hitungan detik. Mereka baru bisa bikin gol pembuka ketika laga mau berjalan satu jam.

https://twitter.com/saif_sh98/status/1312809319671496705

Rafaele Leao berhasil membuka kemenangan lewat tendangan sambil nyerosot usai menerima tendangan bebas Hakan Calhanoglu. Pada menit ke-70-an, Milan menambah keunggulan lewat Theo Hernandez ala-ala Marcelo.

Dia merasa dirinya seperti Marcelo atau Roberto Carlos yang menusuk masuk ke kotak penalti dan menembaknya dengan kaki kiri. Untung saja gol.

Leao kemudian sukses menggandakan golnya, total jadi tiga gol buat Milan. Tendangan jarak dekat tidak mampu dicegah oleh kiper Spezia yang entah siapa namanya.

“Kami adalah tim sekarang, kami memiliki karakteristik tertentu dan identitas tertentu,” kata Pioli kepada Sky Sport Italia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here