Arsenal melanjutkan tren kemenangan mereka kala menghadapi Cardiff City di pekan keempat Premier League. Setelah kalah di dua laga awal, kini Arsenal melanjutkan hasil positif dengan menang 3-2 atas tim tuan rumah.

Laga ketat terjadi saat “The Gunners” bertandang ke Cardiff City Stadium. Terdengar sedikit tidak kreatif memang nama stadionnya. Padahal bisa disingkat jadi Caci Stadium atau semacamnya biar lebih keren.

Kedua tim saling berbalas gol pada pertandingan tersebut. Maklum, melawan Arsenal memang jadi salah satu hal yang paling ditunggu oleh para lini depan klub-klub Premier League.

Pasalnya, barisan belakang klub asal London ini sangatlah rapuh macam kue geplak khas Betawi atau kue Brem khas Jawa. Sudah garansi toko pokoknya untuk urusan mencetak gol kala berhadapan dengan Arsenal. Bahkan Cardiff City yang belum satu kalipun mencetak gol di Premier League, akhirnya berhasil pecah telur.

Alhasil kedua tim saling balas-balasan gol sebelum akhirnya Arsenal mengunci kemenangan dengan gol-gol jebret. Untung saja Arsenal lebih banyak bikin gol jebretnya, kalau tidak mereka tak bisa berjoget.

Kemenangan tersebut juga membuat Arsenal kini menunjukan performa yang meningkat kala bermain di kandang lawan. Sebab pada paruh musim 2018 lalu, Arsenal yang ditangani Arsene Wenger, hanya meraih satu kemenangan dari seluruh laga away.

Meskipun sempat kesulitan untuk membongkar permainan lawan, Arsenal sesungguhnya menguasai jalannya pertandingan dengan penguasaan bola sebesar 72 persen. Tim Unai Emery itu juga mencatatkan 17 kali percobaan dengan 11 di antaranya tepat sasaran.

Sementara Cardiff juga tak kalah mengancam dengan 14 tembakan di mana tiga mengarah ke gawang.

https://twitter.com/Sporf/status/1036252691259969539

Pada laga tersebut Arsenal nyaris saja kebobolan terlebih dahulu akibat blunder Petr Cech di menit ketujuh. Alih-alih mengoper bola ke rekannya, Cech dengan murah hati memberi bola kepada Harry Arter. Mungkin karena tidak enak jika mencetak gol dari bola dikasih seperti itu, akhirnya tendangan Arter melambung jauh terbang tinggi bersama mimpi.

Gol jebret pertama Arsenal berawal dari sepak pojok. Umpan Granit Xhaka berasil disundul dengan keras oleh Skhodran Mustafi. Bola gagal ditepis kiper asal Filipina yang pernah main di GBK, yaitu Neil Etheridge. Beruntung dia tidak menepisnya, bisa-bisa patah kalau kena bola seperti itu.

Namun di akhir babak pertama Cardiff merespon melalui sebuah gol dari Victor Camarasa. Babak pertama berakhir dengan kedudukan sama-sama, 1-1.

Arsenal kembali unggul pada menit ke-62 melalui kerja sama Mesut Ozil dan Alexandre Lacazette yang berhasil diselesaikan dengan tendangan jebret kotak+R2 Pierre Emerick-Aubameyang dari luar kotak penalti.

Namun Cardiff ternyata gigih dan pantang menyerah untuk menyamakan keudukan. Akhirnya pada menit ke-70, Danny Ward melepaskan sundulan yang tidak dapat diselamatkan oleh Cech.

Ketika skor menjadi imbang 2-2, Lacazette menjadi penyelamat Arsenal sembilan menit jelang pertandingan berakhir. Umpan dari Lucas Torreira langsung disambarnya dengan sebuah tendangan keras dari sudut sempit.

Saking tak menyangka bola akan ditendang, kiper Cardiff hanya bisa mengangkat tangan saja macam sedang mau panggil taksi. Pertandingan berakhir dengan keunggulan 3-2 Arsenal atas tim tuan rumah.

Usai laga, Unai Emery menyoroti kelengahan Arsenal yang kecolongan lewat dua gol melalui umpan lambung. “Kami perlu menemukan cara terbaik untuk mengatasi lawan ketika mereka memakai umpan panjang dan mengirimnya ke kotak penalti kami, kami perlu terus bekerja untuk meningkatkan aspek ini,” ujarnya dikutip dari Detik.

Kemenangan kedua Arsenal membuat mereka naik ke posisi sembilan dengan enam poin dari empat laga. Sementara Cardiff berada di posisi 16 dengan dua poin.

Main photo: eatfootball.com

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here