Jerman sukses mengalahkan lawannya dengan skor penuh meyakinkan, benar-benar sangat meyakinkan meski lawannya hanyalah San Marino. “Der Panzer” mampu membobol gawang San Marino sampai bosan, yakni 7-0, dalam babak kualifikasi Piala Dunia.

Julian Draxler, Amin Younes, Shkodran Mustafi, Julian Brandt, dan Sandro Wagner secara bergiliran membobol keperawanan kiper Elia Benedettini sampai puas. Wagner bahkan sampai tiga kali melakukan perbuatan tersebut.

Secara kekuatan, di atas kertas dan di layar laptop Jerman jauh mengungguli San Marino meski yang diturunkan adalah pemain-pemain lapis kedua. Pemain-pemain San Marino memang bukanlah pemain-pemain bola profesional.

Sebagian ada yang punya pekerjaan tetap seperti karyawan perusahaan swasta. Mereka latihan kalau mau ada pertandingan doang. Beda dengan Mustafi dkk yang hampir setiap hari selalu berlatih. Mereka dibayar memang untuk berlatih dan bermain bola.

 

Pelatih Joachim Loew memang tak mau menurunkan kekuatan penuhnya. Dia banyak menyimpan tenaga untuk persiapan kompetisi Piala Konfederasi.

“Dengan segala hormat kepada San Marino, ini hanya tentang rencana permainan kami dan bukan bagaimana San Marino bermain. Kami ingin meneruskan kemenangan dan mencetak gol tapi minggu depan kami harus berkonsentrasi pada hal lain,” tuturnya, saat sebelum pertandingan.

Meski terlihat tidak serius, tetap saja bisa bikin tujuh gol. Jerman ini benar-benar “Afgan”. Seperti pada bait pertama pada lirik lagunya, “terlalu sadis caramu…“.

Main photo: Boston Herald

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here