Tujuan dari bermain sepak bola adalah mencetak gol ke gawang lawan. Bahkan kalau bisa sebanyak-banyaknya. Tapi ternyata mencetak gol terlalu banyak malah bisa menjadi petaka. Hal tersebut dialami pelatih klub junior di Italia, Invictasauro, yaitu Massimiliano Riccini.

Pelatih yang lancar berbicara dalam bahasa Italia itu kena PHK dari klubnya sendiri. Mau tidak mau pasti sering-sering buka Jobstreet lagi sama Linkedin. Kasihan memang.

Lebih kasihan lagi sebab pemecatan tersebut terjadi bukan karena performa yang buruk yang dialami timnya. Tetapi justru karena mempersembahkan kemenangan.

Riccini dipecat dari jabatannya sebagai pelatih klub junior bernama Invictasauro setelah tim asuhannya menang dengan skor telak 27-0. Kemenangan tersebut diraih atas Marina Calcio di kompetisi U-18 di Italia.

Memang agak lebay skornya. Sangat tidak berperikebolaan kalau kata SJW sepak bola. Itu juga kalau ada SJW seperti itu.

Pelatih seperti ini cocoknya disuruh melatih tim-tim kocak macam Arsenal, Manchester United, atau AC Milan saja. Ditukar jadinya. Pelatih para klub tersebut soalnya sangat mengutamakan nilai sosial.

Berbagi poin kepada lawan, membiarkan gawangnya dibobol berulang-ulang, dan semacamya.

Presiden klub Invictasauro, Paolo Brogelli, yang langsung mengumumkan pemecatan sang pelatih. Alasan pemecatan tersebut sebab kemenangan besar itu dianggap menodai nilai-nilai respek di pembinaan sepak bola usia muda.

“Kami benar-benar kaget dan merasa sangat menyesal begitu mendengar tim junior kami mengalahkan Marina Calcio 27-0,” katanya.

“Hal ini [kemenangan telak] sangat bertolak belakang dengan nilai-nilai di tim sepak bola usia muda. Tim lawan harus selalu mendapatkan respek dan tidak terjadi di pertandingan itu,” ujar Brogelli dikutip dari CNN Indonesia.

Brogelli menyebut bahwa pemecatan tersebut diharap jadi pembelajaran penting bagi para pemain muda, bahwa pembinaan usia muda bukan soal menang dan kalah. Sikap respek dan pembentukan karakter para pemain memang menjadi nilai-nilai utama di sepak bola usia muda, terutama di Eropa.

“Sebagai presiden [klub], saya dari hati yang paling dalam mengucapkan permohonan maaf kepada klub Marina. Pengumuman pemecatan Riccini berdasarkan keputusan mutlak dari para direktur.”

“Para pelatih kami memiliki tugas untuk melatih para pemain, juga di atas segalanya mendidik mereka. Hal itu tidak terjadi saat ini,” kata Brogelli.

Main photo: cadenaser.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here