Rapor tim Bayern Muenchen sudah siap diambil oleh orang tua pemain Bayern. Bukan wali kelas Carlo Ancelotti yang membagikannya, melainkan Bayern Central, sebuah blog khusus Bayern yang merilis rapor para pemain “Die Bayern” selama paruh musim pertama.

Thiago Alcantara menjadi pemain yang mendapat ranking satu dalam rapor rilisan Bayern Central tersebut. Pemain asal Spanyol itu mendapat poin 9,5 berkat penampilan cemerlangnya.

Thiago menjadi pemain terfavorit setelah menciptakan tiga gol dan empat assist dari 22 penampilannya pada paruh musim. Dia hanya absen sekali lantaran cedera otot ringan saat melawan Koeln. Saat itu, Thiago mampu menunjukkan surat keterangan sakit dari dokter meski tanpa surat keterangan RT dan RW.

Berikutnya disusul Joshua Kimmich, si pemain imut incaran om-om yang mendapat poin 9. Setelah itu berturut-turut Arturo Vidal, Manuel Neuer, Mats Hummels, Douglas Costa, Robert Lewandowski, dan Rafinha yang mendapat poin 8,5

Lantas siapa yang menempati peringkat terbawah? Tentu saja Thomas Mueller karena sudah ada namanya di judul artikel ini. Dia hanya mendapat poin 6 dan siap tinggal kelas atau disebut ‘veteran’ jika penampilannya seperti itu terus.

Ironisnya, adalah Thiago yang membuat Mueller jadi semenjana begitu. Thiago sukses menggeser posisi Mueller untuk menempati gelandang serang karena mainnya lebih fleksibel, lentur, dan cepat kembali ke bentuk semula layaknya pembalut wanita. Mueller pun terpaksa menyingkir menjadi winger.

Secara statistik, Mueller sebenarnya mampu mencetak empat gol dan delapan assist dari 22 pertandingan. Namun, posisinya sebagai sayap terlihat kurang nyaman olehnya. Mueller sepertinya lebih minat dada montok ayam KFC ketimbang sayap. Padahal kulit garing di sayap ayam KFC jauh lebih nikmat.

Tapi, itu kan katanya statistik. Jika dilihat dengan mata telanjang di layar kaca, Mueller suka canggung kaya mantu baru. Pemain bertubuh kurus itu suka bikin ‘geregetan’ mirip lirik lagunya Sherina.

Seringkali dia harus ditarik keluar lapangan karena kerap tak berguna bagi Ancelotti. Sejak pelatih Italia itu duduk di bangku pelatih, Mueller memang kesulitan memperlihatkan performa terbaiknya.

Legenda Bayern, Lothar Matthaeus bahkan berani memprediksi bahwa pemain asli binaan Muenchen itu sulit menembus skuat inti pada paruh musim kedua nanti.

“Akan sulit bagi Muller untuk kembali mendapatkan tempat di skuat inti Bayern Munchen pada paruh kedua musim ini. Tidak ada posisi yang benar-benar sesuai untuknya dalam formasi yang diterapkan Ancelotti,” ujar Matthaus, seperti dikutip dari Bola.com.

“Arjen Robben adalah opsi yang lebih baik sebagai sayap kanan dan Bayern jarang memainkan second striker. Ancelotti memainkan gelandang serang di belakang Robert Lewandowski dan menurut saya, Thiago Alcantara adalah sosok yang tepat mengisi tempat tersebut. Thiago lebih fleksibel ketimbang Muller,” lanjutnya, sok tahu.

Ya, Matthaeus memang bukan peramal. Tapi pengalamannya di sepakbola dan Bayern Muenchen perlu dipertimbangkan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here