Dongeng Leicester di Liga Champions akhirnya berakhir. Ceritanya tak sepanjang dan seheboh drama Turki Elif, tapi cukup bisa dikenang pecinta bola. Langkahnya terhenti di perempat final Liga Champions usai bermain imbang 1-1 dengan Atletico Madrid.

Leicester yang sejatinya berstatus tim gurem memang luar biasa saat tahun lalu bisa juara Liga Primer. Mereka kemudian melanjutkan kisah dongengnya di Liga Champions tahun ini.

Tak disangka mereka bisa berjalan sampai sejauh ini. Bisa masuk ke perempat final bahkan menyulitkan finalis tahun lalu, Atletico.

Tertinggal 0-1 di leg pertama, Leicester langsung berinisiatif menguasai permainan. Namun, apa daya mereka malah kebobolan lebih dulu lewat sundulan kepalanya Saul Niguez.

Leicester yang main tanpa beban, mulai dari beban cicilan, beban utang, sampai beban negara, akhirnya bisa menyamakan kedudukan melalui Jamie Vardy.

Sayang, “The Foxes” tak bisa membuat gol lagi karena pertandingan cuma sampai menit ke-90-an saja. Kalau bisa sampai 180 menit lain lagi ceritanya. Mungkin mereka bisa cetak tiga, lima, atau bahkan delapan gol. Jika Tuhan mengizinkan.

Hasil imbang bikin mereka tersingkir. Namun, daya juang mereka wajib diacungi jempol ditambah jempol kaki. Pelatih Craig Shakespeare tetap bangga dengan anak asuhannya.

Mereka mengakui masih kalah kelas dari Atletico yang sudah dua kali masuk final dalam tiga edisi terakhir. Tapi gagal juara. Kasihan.

“Kami kalah dari tim sekelas Atletico yang sudah dua kali masuk final. Tapi kami mampu membuat mereka terguncang dengan usaha dan komitmen yang kami tunjukkan,” ujar pelatih yang namanya mirip novelis itu, dikutipĀ Kompas.

Shakespeare pun mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya pada semua pihak yang sudah mendukungnya. Mirip-mirip Ahok yang harus mengakui kekalahannya dari kubu Anies di Pilgub DKI.

“Kami harus tetap bangga. Semua bagian dari klub mulai dari pemain, staf, suporter, sampai pemilik merasakan kebanggaan dengan pencapaian tim,” sambungnya.

Hal tersebut diakui pelatih Atletico, Diego Simeone. Pelatih akamsi Argentina itu salut dengan kekompakan dan semangat para pemain Leicester yang tak kenal lelah, macam kipas angin di ruang tunggu rumah sakit yang selama ada listriknya bakal terus berputar.

“Saya harus mengatakan bahwa Leicester tampil begitu baik, sebuah pengalaman menyenangkan bisa menghadapi mereka,” kata Simeone.

Tetap semangat, Leicester. Semoga bisa kembali lagi ke Liga Champions. Lumayan kan musim ini dapat banyak uang gara-gara main di Liga Champions.

Main photo credit: Nu.nl

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here