Entah mesti bagaimana lagi Inter Milan. Bulan April jadi bulan terburuk buat mereka musim ini karena tak satupun meraih kemenangan. Yang ada malah kalah empat kali, apa perlu mereka dirukyah biar tak lagi dapat hasil buruk?

Setelah membantai Atalanta 7-1 pada pertengahan Maret, Inter memang setelah itu tak lagi meraih kemenangan. Mereka main seri dengan Torino (2-2), kalah dari Sampdoria (1-2), Crotone (1-2), seri dengan Milan (2-2), kalah lagi dari Fiorentina (4-5) dan terakhir Napoli (0-1).

Pada bulan April kemarin, tim berlambang ular kadut itu cuma dapat satu poin yakni dari hasil imbang lawan Torino. Empat lainnya harus bertekuk lutut dari lawannya, sampai itu lutut lecet menjurus koreng.

Mulai dari lawan tim lemah mereka kalah. Lawan tim menengah mereka kalah juga. Apalagi lawan tim kuat macam Napoli kemarin, ya kalah juga. Padahal Inter main di kontrakannya sendiri.

Gol tunggal Jose Callejon jadi saksi bagaimana “I Nerazzurri” lagi-lagi bertekuk lutut. Kesalahan antisipasi Yuto Nagatomo mampu dimanfaatkan dengan baik oleh Callejon untuk membobol gawang yang begitu lebar.

Tentu saja ini bikin bingung pelatih Stefano Pioli. Seolah tak tahu mesti bagaimana lagi, mungkin jalan terakhir ya memang harus dirukyah biar enggak sial terus.

“Ini adalah musim yang rumit di mana banyak perubahan meski kami sempat menemukan konsistensi tapi akhirnya kami kehilangan lagi,” ujar Pioli kepada Mediaset Premium.

Pelatihnya saja bingung, apalagi para pemainnya. Salah satunya dirasakan Roberto Gagliardini yang baru masuk jadi anggota baru Inter, langsung kalah terus-terusan.

“Kami harus mengubah tren negatif ini. Sayangnya setiap akhir pekan, kenyataannya selalu berbeda. Mungkin kami harus sedikit bicara dan banyak bekerja. Bulan ini sangat negatif tapi kami harus tetap bersatu untuk keluar dari momen jelek ini,” ungkap Gagliardini dikutip Sky Sport.

Ada banyak sekali guru besar atau ulama di Indonesia jika Inter mau diruqyah, ada syarat dan ketentuan berlaku pastinya. Tapi kalau masih mau coba lagi bulan depan, ya silakan saja.

Main photo credit: Bolahero

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here