El Clasico jilid kesekian telah digelar pada Minggu malam kemarin. Pertandingan dua raksasa Spanyol tersebut berakhir sama kuat. Tidak ada yang menang, tidak ada yang kalah. Skor 2-2 menandai pertandingan yang digelar di markas Barcelona, Camp Nou.

Pertandingan tersebut dapat dikatakan salah satu pertandingan paling ditunggu oleh para penggemar sepak bola. Rivalitas dan latar belakang kedua tim menjadikan laga tersebut lebih menjanjikan serunya dibanding dengan prospek MLM.

Memang dua klub yang paling menonjol dari La Liga adalah dua klub tersebut. Bahkan mungkin bagi orang yang jarang mengikuti berita bola tahunya bahwa La Liga cuma dihuni dua klub tersebut saja. Liga dengan dua klub. “Super sekali” kalau ujar Mario Teguh.

Dominasi keduanya seperti meruntuhkan nama-nama klub lain yang sulit untuk unjuk gigi. Berbagai gelar domestik juga paling banyak diraih oleh di antara kedua tim tersebut saja. Real Madrid telah meraih 33 gelar La Liga dan diikuti oleh Barcelona dengan 25 trofi. Benar-benar pas kedua klub ini memiliki bintang lima seperti di PES.

Namun, setelah dilihat-lihat lagi memang ada klub lain di La Liga selain Madrid dan Barcelona. Sebuah fakta mengejutkan kalau ada tim yang bernama Valencia, Villarreal, Sevilla, Atletico Madrid, Real Betis, La Coruna, bahkan sampai Albacete juga ada.

Perwakilan La Liga di Indonesia, Rodrigo Gallego Abad, mengatakan bahwa klub Spanyol lain tidak kalah dari Madrid ataupun Barcelona. Ia menilai bahwa klub La Liga lain juga memiliki daya tarik yang sama menariknya dibanding dua klub tersebut.

Hal tersebut akan menjadi konsentrasi pemasaran La Liga mulai musim 2018/2019 mendatang. Tujuannya tentu agar liga tersebut lebih menarik untuk diikuti para penggemar sepak bola sejagad. Tapi toh percuma saja sebenarnya jika juara La Liga adalah 4L alias “loe lagi loe lagi”.

Selama 10 tahun terakhir cuma Atletico Madrid yang sempat satu kali nyempil pada daftar juara. Atletico meraih gelar tersebut pada tahun 2013/2014.

“Mulai musim depan kami tidak hanya akan menjual Real Madrid dan Barcelona, meski keduanya memang produk utama kami. Namun, kami ingin tim lain lebih dikenal,” tutur Rodrigo seperti dikutip dari Liputan6.

Entah dengan cara seperti apa nanti strategi pemasaran La Liga agar tim-tim seperti  Valencia dan Sevilla juga memiliki fanbase yang besar di Indonesia. Sampai tingkat regional kalau bisa. Jadi nanti ada Valencia Depok, Sevilla Blitar, Atletico Pacitan, ataupun Albacete Papua.

“Di Spanyol, terdapat klub lain seperti Atletico Madrid, Sevilla, dan Valencia. Mereka merupakan klub yang berprestasi. Kami ingin membuktikan kepada dunia, La Liga bukan sekadar Real Madrid dan Barcelona,” lanjutnya.

Memang belakangan ini tim-tim tersebut sempat unjuk gigi pada kompetisi Eropa. Sebut saja Atletico Madrid yang dalam lima tahun terakhir sempat dua kali masuk ke final Liga Champions.

Sayang saja pada partai final mereka bertemu dengan momok La Liga itu sendiri yang bernama Madrid dan menelan kekalahan di dua partai puncak tersebut. Adapun Sevilla adalah peraih trofi Liga Europa terbanyak dengan total lima gelar.

Main photo: en.as.com

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here