Real Madrid harus memupuskan harapan meraih treble musim ini setelah tersingkir dari Copa del Rey dari Celta Vigo di babak perempat final. Beberapa penggawa Madrid langsung pada cari pembenaran dan sok tegar.

Pertandingan memang berakhir imbang 2-2 karena kedua tim tidak ada yang mau mengalah. Tapi “Los Blancos” harus tersingkir karena mereka kalah 1-2 di leg pertama. Madrid tertinggal 0-1 setelah Danilo mencetak gol ke gawang sendiri dengan pasrah dan sukses.

Cristiano Ronaldo sempat menyamakan kedudukan 1-1 lewat tendangan bebas ‘jebret’ ala komentator Valentino Simanjuntak. Tendangan keras Ronaldo meluncur kencang, sekencang harapan kita setelah interview kerja.

Sayang, Daniel Wass malah mencetak gol lagi pada menit ke-85 meski akhirnya mampu disamakan kembali oleh Lucas Vazquez dengan susah payah.

Diawali dari sang kapten, Sergio Ramos, yang namanya mirip merek beras, langsung berusaha menghibur diri bahwa kekalahan ini tak selamanya berefek negatif. Mungkin bagi dia, kegagalan hanyalah kesuksesan yang tertunda.

“Lebih baik tersingkir di babak awal daripada nanti. Sebab, perjalanan La Liga dan Liga Champions masih panjang dan masih punya banyak pertandingan besar,” kata Ramos, ngeles.

Ramos juga sempat menyebut kalau timnya sedang sial. Namanya sial berarti kurang beruntung. Dia juga tak mau menjadikan badai cedera sebagai alasan.

“Kami harus mengucapkan selamat kepada Celta karena mereka yang lolos. Cedera bukanlah alasan karena kami menghasilkan performa yang hebat dan sekarang kami harus bangkit,” sambungnya, sok tegar.

Sebelas-dua belas dengan Ramos, Mateo Kovacic juga mengutarakan pendapat yang tak jauh beda. Sepertinya dia mau bilang kalau Madrid sebenarnya cukup kelelahan. Tapi mungkin dia gengsi karena takut dibilang ‘cari alasan’. Akhirnya Kovacic berusaha cari jawaban normatif.

“Kami memberikan segalanya untuk lolos, tapi permainan tidak berjalan sesuai keinginan kami dan saya lihat kami kurang beruntung. Kami memang akan lelah pada suatu titik, kadang-kadang mental juga, tapi itu bukan alasan,” ujarnya.

Sama halnya dengan sang pelatih, Zinedine Zidane, juga sok tegar. Dia menolak jika disebut Madrid sedang dalam masa panik. “Kami akan segera melakukan perubahan. Jika kami terus berjuang, kami akan mencapai hal besar,” kata pelatih gundul itu.

Mau apapun alasannya, yang jelas kekalahan Madrid disebabkan karena Celta Vigo berhasil mencetak gol lebih banyak di kedua leg. *tamat

Main photo credit: Gool24.net

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here