Nigeria berhasil mendapatkan poin pertamanya di laga kedua Grup D usai mengalahkan Islandia dengan skor 2-0. Kemenangan itu membuka peluang “Super Eagles” untuk melaju ke babak 16 besar.

Pada laga ini, Nigeria sebenarnya didukung oleh segenap rakyat dari Argentina juga. Rada curang sebetulnya karena dapat dukungan tambahan dari negara lain. Soalnya, Argentina berharap Islandia kalah di laga ini agar peluang lolos ke babak berikutnya tetap ada.

Ternyata doa orang dianiaya memang benar-benar terkabul. Argentina yang lagi jadi korban bully sejagad raya ternyata masih diberi kesempatan untuk nyengir di Piala Dunia.

Nigeria mampu menuntaskan perlawanan Islandia yang katanya punya pertahanan solid macam beton flyover. Kecepatan para pemain Nigeria yang berbaju hijau lurik macam gelas engkong betawi itu tak bisa dibendung oleh negara berpenduduk 300 ribuan.

Di babak pertama, kedua tim masih sama kuat karena tak ada yang mau dan mampu mencetak gol. Kalau mereka mau, pasti sudah ada gol. Buktinya, beberapa peluang kedua tim lewat begitu saja.

Pada menit kedua, Islandia dapat peluang tendangan bebas lewat Gylfi Sigurdsson. Namun tendangannya malah diarahkan ke kiper, padahal gawang sudah lebar banget meski tak selebar jidat Willy Caballero yang sampai ke belakang-belakang.

https://twitter.com/amalhisyams/status/1010300017448443905

 

Sigurdsson kembali dapat peluang untuk menendang yang tak mendapat pengawalan khusus. Tapi lagi-lagi, dia malah menendangnya ke kiper. Ini entah sengaja atau gimana, sepertinya memang sengaja ingin menggebok kiper Francis Uzoho yang wajahnya tampak mengesalkan bagi Sigurdsson.

Nigeria juga sama, bahkan lebih parah. Mereka ogah menendang ke gawang sama sekali. Enggak tahu alasannya apa. Sepanjang babak pertama oper-operan cantik dari tengah berakhir entah ke mana saat masuk kotak penaltinya Islandia.

Namun di babak kedua, Nigeria ternyata mampu mengubah situasi membosankan tersebut. Pelatih Gernot Rohr sepertinya memotivasi anak asuhannya agar bisa mengubah permainan kalau mau menang. Soalnya tidak mungkin bisa menang kalau mainnya begitu-begitu saja, kecuali Islandianya berbaik hati mau cetak gol bunuh diri.

Baru berjalan empat menit babak kedua, Ahmed Musa yang namanya seperti nama Nabi itu ternyata memberikan mukjizat yang nyata. Umpan Victor Moses dari sisi kiri mampu dikontrol keren oleh Musa sehingga membelah pertahanan Islandia, lalu dihajarnya dengan keras ke gawang Hannes Thor Halldorsson.

Meski gawang Islandia dikawal sang dewa Thor, ternyata masih bisa dimenangkan manusia biasa yang dinubuatkan menjadi nabi bernama Musa. Memang, orangnya jauh berbeda, hanya namanya saja yang sama.

Gol Musa tak cuma disambut baik oleh warga Nigeria, tapi sepertinya juga oleh warga Argentina. Sepertinya.

https://twitter.com/brfootball/status/1010165726093733888

Islandia yang tertinggal 0-1 mencoba tenang walau sebenarnya sok tenang. Dia mau kayak laga sebelumnya lawan Argentina, kebobolan duluan lalu bikin gol penyama kedudukan. Ternyata tidak bisa. Malah Nigeria yang menggempur pertahanan mereka.

Mungkin Nigerianya juga mentalnya naik, pede jaya bisa tambah gol lagi. Beberapa peluang tercipta, bahkan Musa hampir saja mencetak gol kalau saja gawang Islandia sedikit lebih tinggi dan tak mengenai mistar.

Strakarnir Okkar” akhirnya kembali kebobolan lewat Musa. Kali ini pertahanan Islandia benar-benar dibelah macam laut Merah yang dibelah Nabi Musa. Bedanya, Ahmed Musa melakukannya tanpa tongkat, tetapi dengan menggunakan kakinya.

Aksi solo run Musa tanpa disertai backsound lagu Tsubasa membuat pertahanan Islandia kacau balau macam rumah yang habis ditinggal mudik. Bek-bek Islandia yang namanya pada berakhiran -Son tampak termehek-mehek mengejar Musa.

Bahkan Musa sampai bisa melewati Thor sebelum akhirnya menceploskan bola ke gawang yang mendadak kipernya Islandia menambah jadi tiga. Dua lagi adalah bek Islandia yang mencoba mengadang Musa menendang ke gawang mereka.

Islandia sebenarnya dapat peluang memperkecil ketinggalan saat mendapat peluang rendang bertabur emping. Tapi tendangan Sigurdsson malah melambung tinggi ke angkasa yang tampaknya bakal mengenai satelit Palapa.

Skor 2-0 sudah cukup bagi Nigeria buat mengamankan tiga poin. Mereka kini berada di peringkat kedua dan bakal melakoni laga hidup mati melawan Argentina.

Warga Argentina yang teraniaya pun girang dengan hasilnya. Mereka awalnya berharap Nigeria menang, kini berharap Nigeria mengalah saat lawan Argentina. Memang manusia ini serba enggak jelas, pertama berharap menang, kemudian berharap kalah.

Andai Argentina bisa mengalahkan Nigeria, poin mereka jadi empat dengan catatan Islandia gagal menang atas Kroasia. Meski begitu, pelatih Rohr tak mau begitu saja mengalah buat Argentina.

Mereka juga berkesempatan buat lolos ke babak 16 besar. Hasil seri sudah cukup bagi Musa dan kawan-kawan untuk meraih tiket gratisan ke perdelapan final.

“Saya pikir Piala Dunia ini bagus buat kami untuk belajar. Tapi ternyata kami memiliki peluang bagus untuk menang lawan Argentina,” ucap Rohr dikutip dari Ligaolahraga. 

Sedangkan pelatih Islandia Heimir Hallgrimsson tetap optimis karena mereka juga masih punya peluang. Andai Argentina menang dengan skor 1-0 atas Nigeria, dan Islandia juga menang dengan skor yang sama, maka mereka yang berhak melaju ke babak berikutnya.

“Ini fakta yang aneh bahwa kami masih dalam perlombaan. Kami tidak berpikir kami akan pergi melalui Piala Dunia ini tanpa kekalahan yang selalu sulit untuk ditelan. Tetapi kami hanya perlu mengalahkan Kroasia, yang mungkin lebih mudah untuk dikatakan daripada melakukannya,” ujarnya.

Main photo: Squawka

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here