Pertandingan antara dua tim yang dipastikan tidak lolos ke babak 16 besar tersaji ketika Panama bertemu dengan Tunisia. Pada pertandingan terkhir grup G di mana kedua tim bermain tanpa beban, Tunisia berhasil meraih kemenangan 2-1 atas wakil dari benua Amerika.

Laga antara Panama dan Tunisia di Mordovia Arena sejatinya akan menjadi seru karena kedua tim tentu ingin meraih kemenangan di laga terakhir. Sebelumnya baik Panama dan Tunisia selalu menerima kekalahan.

Bahkan Panama belum pernah meraih satu kemenangan pun di Piala Dunia karena edisi Rusia ini merupakan debut mereka. Tidak terlalu jauh berbeda, Tunisia juga belum pernah meraih kemenangan sejak keikutsertaannya di ajang empat tahunan ini sejak 40 tahun lalu.

Wajar saja, nasib mereka memang kurang beruntung tergabung bersama Belgia dan Inggris yang tampil bagus. Andai satu grup bersama Argentina atau Jerman, mungkin mereka ada peluang untuk lolos.

Tambahan tiga poin membuat Tunisia finis di posisi ketiga dengan raihan tiga poin. Sementara Panama berada di posisi buncit meski tidak busung lapar. Meski gagal meraih satu pun poin, setidaknya Panama bisa mencetak gol di edisi Piala Dunia pertama mereka. Bukan hanya satu tetapi dua gol mereka cetak. Menyamai jumlah gol yang dicetak Jerman pada Piala Dunia Rusia ini.

https://twitter.com/brfootball/status/1012409121117736960

Pada awal babak pertama, Panama langsung bermain ofensif  dengan menyerang pertahanan Tunisia. Kalau ada anak STM lagi nongkrong di pinggir lapangan, bisa jadi diserang juga sama mereka.

Namun agresivitas Panama di menit awal gagal menciptakan ancaman berarti bagi Tunisia. Salah satu perwakilan Afrika itu kemudian balik mengancam beberapa kali. Panama yang tertekan justru mendapat gol terlebih dahulu di menit ke-33.

Yassine Meriah yang merupakan pemain Tunisia yang malah membuat publik lawan melakukan selebrasi meriah setelah mencetak gol kedua sepanjang sejarah Panama. Tendangan Jose Rodriguez dari kotak penalti membentur Meriah hingga membuat bola berubah arah. Kiper Tunisia yang sudah mati langkah tidak dapat berbuat banyak kecuali pura-pura berusaha menepis bola.

Tunisia baru menyamakan kedudukan saat babak kedua baru berjalan enam menit. Fakhreddine Ben Youssef mencetak gol setelah memanfaatkan umpan tarik datar Wahbi Khazri. Youssef yang berada di depan gawang dengan mudah tinggal menendang bola masuk ke dalam gawang. Bisa saja kalau mau disundul, tapi bakal susah tentunya.

Pada menit ke-66 Tunisia berbalik unggul setelah Khazri gantian mencetak gol. Kembali melalui umpan tarik mendatar, Khazri dengan mudah tinggal menendang bola ke gawang. Sambil bergaya Dab dan kayang sepertinya juga bisa.

Panama sempat mencetak gol kedua di menit ke-73 namun dianulir karena wasit telah meniup peluit tanda pelanggaran sebelumnya. Kalau wasit meniupkan terompet lagu Kenny G seperti yang banyak diputar di Gramedia, mungkin tidak dihitung pelanggaran. Yang ada malah jadi santai.

Target Tunisia dikatakan oleh pelatih Nabil Maaloul telah tercapai. Ia tak menampik sejak awal bahwa sangat tipis kemungkinan bagi timnya untuk lolos ke fase selanjutnya.

“Pertandingan hari ini adalah kemenangan yang sangat pantas bagi tim Tunisia. Ketika kami masuk di grup ini, saya pikir kami tahu bahwa harapan terbaik kami adalah posisi ketiga,” kata Maaloul dikutip dari Republika.

Pada sisi lain pelatih Panama, Hernán Darío Gómez, mengecam para wartawan yang menyebut timnya adalah yang terburuk di Piala Dunia. Benar-benar tak ada apresiasinya barang sedikit. Masak calon juara dunia 2022 diremehkan begitu.

“Kami bekerja sangat keras dan meladeni pertandingan melawan tim-tim yang pernah di Piala Dunia sebelumnya. Kalian tidak dapat mengatakan tim kami yang terburuk. Benar-benar tidak ada rasa hormat,” tegasnya dikutip dari The World Game.

Main photo: stadiumastro.com

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here