Ketubiran yang terjadi di laga Le Classique antara Paris Saint-Germain kontra Marseille berbuntut hujan kartu merah di menit-menit akhir. Neymar yang terlibat insiden tersebut, mendapat hukuman dua kali magabut.

Laga itu sendiri memang bisa dibilang sebagai super duper ultra ekstra big match kalau kata komentator negara +62. Sebab rivalitas antara PSG dan Marseille di Prancis memang sangat tinggi.

Sejak menit-menit awal pertandingan memang berjalan cukup keras. Wasit sampai memberikan hadiah 12 kartu kuning tanpa ada potongan pajak yang biasanya ditanggung pemenang.

Sampai akhirnya di masa injury time, keadaan bertambah runyam. Pelanggaran Dario Benedetto kepada Leandro Paredes berujung ketubiran massal dari pemain kedua kubu.

Wasit sampai mengeluarkan lima kartu merah akibat insiden tersebut. Neymar yang terlibat insiden, juga diberikan kartu merah pada saat itu. Laga itu sendiri akhirnya dimenangkan oleh Marseille dengan skor tipis 1-0 atas tim tuan rumah.

Belakangan, setelah dilakukan investigasi, para pemain tersebut lantas mendapat hukuman dari otoritas sepak bola Prancis (LFP).

Neymar yang terbukti main lukup alias memukul Alvaro Gonzalez dalam kamera VAR, terpaksa dihukum magabut a.k.a makan gaji buta karena ia dilarang bertanding dalam dua pertandingan.

Neymar sudah menjalani hukuman dengan tidak bermain di laga lawan Metz, yang dimenangkan PSG dengan skor tipis 1-0, sehingga ia kini tinggal absen dalam laga berikutnya yaitu melawan Nice.

Hukuman terberat didapat Layvin Kurzawa yang dilarang tampil enam laga usai terbukti memukul dan menendang Jordan Amavi.

LFP sendiri juga masih menyelidiki dugaan aksi Angel Di Maria yang diduga meludahi Gonzalez. Sementara itu dugaan aksi rasialisme yang dilayangkan pada Neymar oleh Gonzalez bakal ditindaklanjuti oleh LFP.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here