Dalam lanjutan Seri A tadi malam, AC Milan terbantai dengan menyakitkan. Adalah Atalanta yang kembali menjadi momok menakutkan bagi tim asuhan Stefano Pioli tersebut. Milan dibantai 0-3 di kontrakannya sendiri.

Sebenarnya, musim ini Milan jauh ada perkembangan. Saat ini mereka masih berada di pucuk dan relatif konsisten. Perkembangan bukan di klasemen saja. Tapi juga di skor lawan Atalanta.

Musim lalu, Milan dibantai 0-5 oleh Atalanta tapi di markasnya Atalanta. Kali ini main di kontrakan mereka dibantai 0-3, jadi memang ada sedikit perkembangan. Tidak masalah.

Kalau katanya Milanisti, yang penting masih di pucuk. Begitu katanya.

Namun hasil ini jelas mengancam Milan kembali ke setelan pabrik atau mode default. Yakni kembali jadi tim medioker.

Milan dan Inter menang belakangan suka begitu. Bagus di awal musim, sampai tengah habis bensin, akhir musim masuk angin bersin-bersin.

Atalanta yang tanpa kapten Papu Gomez tampil fantastis. Mereka unggul 1-0 lewat agennua Juventis, Christian Romero. Dia menanduk kuat bola hasil umpan silang memperdaya bek muda Pierre Kalulu.

Di babak kedua, Atalanta menambah keunggulan lewat voucher penalti akibat Franck Kessie menyikut Josip Ilicic.

Wasit biar dikata imbang saja sebenarnya, soalnya penalti terlalu banyak diberikan kepada Milan musim ini, jadi biar kelihatan adil maka diganjar penalti juga.

Ilicic mengambil sendiri tendangan penalti yang masuk ke kolong sikut Gigi Donnarumma. Selang beberapa menit, Atalanta memperlebar jarak jadi 3-0 lewat gol Duvan Zapata.

Duvan memanfaatkan umpan panjang Romero bukan Derby, diakhiri dengan tendangan super mantap.

Zlatan Ibrahimovic mengeluhkan kekuatan Milan yang lagi banyak absen kali ini. Dia menilai tim pelapisnya tak cukup kuat untuk berkompetisi. Pedas sekali omongannya macam mulut tante-tante.

“Saya merasa diisolasi sepanjang babak pertama. Ketika bola bisa dikuasai, saya cuma butuh orang yang mendukung saya. Tapi, mungkin disebabkan pula oleh permainan menekan Atalanta,” ujarnya.

“Pemain kami banyak yang absen, para pemain pengganti tidak cukup kuat untuk memberi kontribusi,” tambahnya.

Sementara pelatih Atalanta, Gian Piero Gasperini sangat puas dengan hasil ini. Ini merupakan performa dan hasil terbaik musim ini baginya.

“Ini salah satu performa terbaik. Kami mengalahkan pemimpin Serie A. Kami tampil lebih superior dan itu membuat saya puas,” kata Gasperini seperti dilansir Football Italia, disalin dari Republika.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here