Kiper Barcelona, Marc-Andre ter Stegen, sepertinya harus mengurangi kebiasaannya untuk memainkan bola di depan gawang. Pasalnya, ini sudah ketiga kalinya kiper Jerman itu melakukan kesalahan konyol bin tidak penting dalam pertandingan. Jangan sampai Luis Enrique jadi segan untuk memasangnya kembali.

Ter Stegen memang rada banyak gaya. Dia tipikal kiper yang senang memainkan bola di depan sarangnya. Namun, risiko besar harus ditanggung saat kakinya luput atau bola dicuri sang lawan. Seperti saat menghadapi Celta Vigo kemarin.

Sesaat usai melakukan aksi konyol. Credit by Theguardian.com
Sesaat usai melakukan aksi konyol. Credit by Theguardian.com

Barcelona saat itu sedang bersusah payah mengejar ketertinggalan 2-3. Namun, perjuangan Neymar dan kawan-kawan menjadi sia-sia saat menit ke-77 Ter Stegen melakukan sebuah blunder konyol. Saat menguasai bola hasil operan Jordi Alba, yang tak ada hubungannya dengan Jessica Alba, dia berlagak menipu Pablo Hernandez yang sudah dekat dengannya.

Alih-alih mengoper kembali ke Alba, tendangan Ter Stegen malah mengenai kepala dan rambut tanpa ketombe Pablo Hernandez. Bola masuk ke gawang dan gol. Gol disahkan karena bola berhasil masuk ke gawang seutuhnya. Kiper berusia 24 tahun itu langsung bermuram durja. Dengan mulut komat-kamit, dia menyesali perbuatannya yang banyak gaya itu.

Ter Stegen kemudian mengucapkan permohonan maafnya meski tanpa melalui surat. Atas kesalahannya, Barcelona jadi makin sulit mengejar Celta Vigo. Padahal, jika tak ada gol itu, “Blaugrana” mungkin bisa saja menyamai kedudukan menjadi 3-3, 4-4, atau bahkan 5-5. Bisa saja.

“Jika saya tidak membuat kesalahan kami mungkin bisa memenangkan pertandingan ini. Saya minta maaf kepada tim yang telah berjuang keras. Itu kesalahan fatal dan saya tidak ingin berbicara terlalu banyak tentang hal itu,” ujar Ter Stegen seperti dikutip Sindonews yang mengutipnya lagi dari ESPN. 

Sontak aksi blundernya itu menjadi bahan tertawaan dan bully di media massa dan social media. Pasalnya, ini bukan pertama kalinya Ter Stegen melakukan blunder tidak jelas seperti itu. Tak segan-segan, media massa Jerman langsung menyoroti hal ini. Bagaimana mungkin penerus Manuel Neuer bikin kesalahan-kesalahan konyol seperti ini.

Ramai-ramai bully ter Stegen. Credit by @KilasBarca
Ramai-ramai bully ter Stegen. Credit by @KilasBarca

Aksi pertama saat membela Tim Nasional Jerman di laga uji coba melawan Amerika Serikat. Dia menerima umpan dari Benedikt Hoewedes namun luput dari kakinya hingga membuatnya tampak sedang menari Tari Sajojo. Bola kemudian masuk ke gawang dan Hoewedes dinobatkan sebagai pencetak golnya.

Aksi lainnya saat masih membela Borussia Moenchengladbach, tim papan tengah yang kini sukses masuk Liga Champions dua musim terakhir. Lucunya, kesalahannya identik dengan yang dilakukannya bersama timnas Jerman. Dia menerima umpan dari bek veteran Filip Daems dan bola yang harusnya dikontrol dengan baik kembali luput dari kakinya. Lagi-lagi dia membuat rekannya dinobatkan sebagai pencetak gol bunuh diri.

Mungkin, Ter Stegen ini dulunya ingin menjadi seorang playmaker yang lekat dengan bola. Namun, akibat kalah saing atau ditentang orang tuanya masuk jurusan playmaker, dia akhirnya ambil jurusan kiper. Jadi, beginilah sekarang.

“Dia berpikir seperti Garincha. Apa yang membuat dia harus memikirkan bola di kakinya? Ini adalah masalah serius,” ujar mantan pesepak bola Inggris Michael Robinson yang kini menjadi komentator Movistar. 

Bagi Enrique dan Barcelona, ini merupakan masalah yang serius. Pasalnya, tim merah-biru itu baru saja melepas Claudio Bravo ke Manchester City. Alih-alih menjadikan Ter Stegen sebagai kiper utama di La Liga, kiper berambut pirang tanpa ketombe itu malah berbuat blunder, seperti seniornya Victor Valdes.

Pelatih Joachim Loew juga harus berpikir ulang untuk memainkannya di timnas. Meski berkali-kali melakukan penyelamatan gemilang, rusak nila setitik bisa rusak susu sebelangga. Daripada deg-degan menahan pipis saat melihat Ter Stegen mengontrol bola, mending tidak memanggilnya dan memasang kiper lain.

Ter Stegen juga harus banyak berlatih dengan Neuer. Jika ingin seperti Neuer, dia harus mengikuti tips-tips cantik ala Neuer. Kapan harus maju jadi sweeper kiper, kapan harus jadi gelandang, kapan pula harus menggocek lawan.

Credit by shahbaz ezaz Youtube
Credit by shahbaz ezaz Youtube

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here