Dua gol Paulo Dybala lewat tendangan bebas dan penalti sukses mengantarkan Juventus meraih kemenangan atas Udinese 2-1. Striker asal Argentina itu ‘pede’ menyebut tendangan bebasnya memiliki gaya tersendiri.

Juventus memang sempat tertinggal lebih dulu lewat gol Jakub Jankto usai memanfaatkan kesalahan tidak penting Hernanes. Tapi, klub berbaju putih bergaris hitam, atau bisa juga hitam bergaris putih itu mendapat keuntungan saat Mario Lemina diganjal oleh lawan.

Dybala dengan wajah berseri-seri dan pipi merona mengambil tendangan bebas meski sempat tertunda beberapa saat karena ada insiden. Sempat terjadi dorong-mendorong layaknya demo mahasiswa antara Patrice Evra dengan Jacub Jankto.

Insiden tersebut sempat ramai jadi tontonan massa, meski tidak sampai mengundang pengendara motor yang suka kepo di pinggir jalan. Beberapa pemain Juve dan Udinese tampak menuntut wasit untuk menindak tegas atas aksi tak senonoh kedua pemain tersebut.

Namun, wasit ganteng Claudio Gavillucci menghiraukan protes kedua kubu. Tendangan bebas pun dilakukan dan bola meluncur deras dengan nikmatnya menembus gawang Orestis Karnezis. Itu merupakan gol tendangan bebas keempat Dybala selama mencari sesuap nasi di Seri A.

Tendangan bebasnya pun sempat jadi perbincangan. Tapi, pemain berusia 22 tahun itu enggan bila publik menyama-ratakan gaya tendangan bebasnya dengan pesepakbola lain.

Tendangan bebas Dybala sebenarnya memang biasa saja, tidak terlalu spesial-spesial amat. Dia mengambil ancang-ancang, menendangnya dengan kaki kiri, bola hasil sepakannya melengkung dan tak mampu dijangkau sang kiper. Tak jauh berbeda dengan pemain-pemain lainnya.

Beda cerita jika dia melakukan tendangan bebas tersebut dengan menggunakan dengkul, atau mungkin dengan dua kaki sekaligus ala Tsubasa. Itu baru luar biasa.

“Saya enggan orang-orang menyamakan tendangan bebas saya dengan pesepakbola lain. Saya akan suka jika kalian mulai menyebutnya dengan tendangan bebas gaya Dybala,” kata mantan pemain Palermo dikutip Goal.

Pernyataan tersebut memang terlihat ‘sok’, tapi justru Dybala berusaha untuk merendah. Dia mengaku masih banyak belajar dari para ahli tendangan bebas, mulai dari Juan Roman Riquelme, Alessandro Del Piero, Lionel Messi, hingga mungkin juga Boaz Solossa.

“Saya mempelajari tendangan bebas Juan Roman Riquelme, tapi jelas saya juga mencoba untuk belajar dari begitu banyak pemain yang ahli di bidang ini,” tuturnya.

Yang pasti, tendangan bebasnya menjadi penolak bala bagi Juve. Sepakannya sukses menyamakan kedudukan di tengah gempuran dari para pemain Udinese. Beruntung, Juve dapat penalti dan Dybala lagi-lagi sukses menjadi eksekutor.

Dybala memang masih perlu banyak belajar tendangan bebas, jika perlu sampai S2. Maklum, selama lima musim bermain di Seri A, dia baru mencetak empat gol dari tendangan bebas. Lucunya, musim lalu dia membobol gawang Udinese juga dari tendangan bebas.

Jelas jumlah itu cuma seperti bubuk biskuit Marie Regal jika dibandingkan dengan Alessandro Del Piero yang sudah berulang kali membobol gawang lawan via tendangan bebas.

Pelukan Mesra Bonucci

Dybala juga mengungkapkan alasan dia memeluk mesra ala Teletubbies Leonardo Bonucci. Ya, pemain bernomor punggung 21 itu sengaja berlari ke pinggir lapangan dan Bonucci turun dari tribun untuk menyambutnya.

Momen mengharukan pun tiba, mereka berpelukan meski tanpa lagu You Raise Me Up. Dybala kemudian mengungkapkan alasan memeluk rekan beda ayah dan beda ibu itu. Yang jelas, pelukan itu dilakukannya tanpa perasaan cinta.

“Saya memiliki hubungan indah dengan Bonucci,” ujar Dybala mencurigakan. Sebelum kita berpikir yang tidak-tidak, dia kemudian langsung melanjutkan statement-nya.

“Kita semua tahu apa yang terjadi dengan Bonucci. Saya berjanji memeluknya jika sukses mencetak gol sebelum pertandingan dimulai,” tambahnya.

Ya, Bonucci memang sedang mendapat musibah dan ujian dari Tuhan. Anaknya, Matteo Bonucci, yang masih berusia dua tahun menderita penyakit serius. Belum lama menjalani operasi dan sempat kritis hingga memerlukan perawatan intensif. Namun, belakangan dikabarkan Matteo sudah pulih.

Itulah mengapa Bonucci terus mendapat simpati dan dukungan dari rekan-rekannya di Juventus, tim nasional Italia, bahkan beberapa klub pesaingnya. Respect. 

Berpelukan ala Teletubbies (Goal.com)
Berpelukan ala Teletubbies (Goal.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here