Zlatan Ibrahimovic buka-bukaan soal kondisi di Manchester United (MU). Pemain yang sudah senior itu berkata bahwa tekanan di MU selalu muncul terus. Bahkan kayak Alfamidi yang terus-terusan buka selama 24 jam non-stop.

Selama kariernya di banyak klub, mungkin baru di MU dia merasakan tekanan tinggi semacam itu. Ibra tanpa Azhari itu bilang bahwa tekanan dari manajemen untuk terus berprestasi tidak pernah usai.

Belum lagi tuntutan dari fans yang katanya suka sok paling hebat itu. Pasalnya, “Setan Merah” punya sejarah panjang sebagai tim papan atas di Eropa. Wajar jika saat ini mereka mendapat tekanan besar karena masih tercecer di peringkat enam macam sampah bekas demo.

Diakui Ibra, tekanan di Old Trafford datang 24 jam non-stop, macam Alfamidi yang tak pernah tutup. Pelanggan datang terus meski sekadar tukang parkir yang meminta rokok gratisan.

“Kalau mewakili sebuah klub hebat seperti MU yang punya sejarah dan karakter hebat, wajar jika Anda merasakan tekanan. Anda harus menjaga ritme klub ini dan mencetak sejarah baru. Sebuah klub seperti MU, tekanannya 24 jam,” kata pemain asal Swedia itu.

MU memang saat ini masih termehek-mehek mengejar Chelsea di peringkat pertama. Mereka terpaut 14 poin sehingga gelar Liga Primer sepertinya sudah pasti ada di tangan, di tangan orang lain.

Ibra sendiri yang baru bergabung musim ini sudah mencetak 15 gol di Liga Primer. Sayangnya, banyaknya gol itu masih belum cukup untuk membawa MU menembus empat besar.

Main photo credit: Mapio.net

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here