Manchester United harus kembali gagal di fase empat besar kompetisi apapun dalam dua musim terakhir. Pada laga semifinal EFL Cup alias Piala Micky Mouse, mereka takluk dari Manchester City 0-2 di Old Trafford.

Entah ada apa dengan MU, kenapa selalu gagal pada laga-laga semifinal. Apakah ini ada hubungannya dengan omongan Ole Solksjaer pada bulan Juli lalu?

Ole memang tak pernah menargetkan finis di posisi 4 besar Liga Primer. Mereka minta lebih. Namun secara realistis, posisi 4 besar memang yang paling memungkinkan.

Lihat saja komentarnya Juli lalu. “Tidak ada yang menyangka kami punya kesempatan untuk finis di empat besar sekarang setelah apa yang kami alami Januari lalu,” ujarnya ketika itu.

Ternyata bukan cuma 4 besar di Liga Primer saja yang tercapai. Semua 4 besar di segala kompetisi mulai dari Piala FA, Liga Europa, penyisihan grup neraka UCL, sampai dua kali EFL Cup. Semuanya masuk empat besar.

Pada semifinal Piala FA musim lalu, mereka disingkirkan Chelsea. Lalu pada EFL Cup juga sama, disingkirkan City. Kemudian pada semifinal Liga Europa, mereka dikalahkan Sevilla.

Jadi harusnya, fans MU boleh lega meski terkulai tak berdaya. Target 4 besar sudah tercapai. Mission accomplished!

Pada jalannya laga, MU gagal memaksimalkan beberapa peluang. Terutama tendangan Bruno Fernandes yang masih bisa digagalkan Zack Steffen. City juga sama. Ada peluang dari Kevin De Bruyne tapi masih mentok tiang.

Gol baru tercipta di babak kedua. City mencetak gol lewat sentuhan paha bertatonya. Untung saja bola mengenai pahanya, coba kalau agak ke tengah lagi. Apa tidak lumayan itu ‘otong’-nya.

MU coba menyerang namun selalu gagal. Sebaliknya City bisa memanfaatkan serangan-serangan balik hingga memaksa Dean Henderson berjibaku dibuatnya.

Sampai tibalah menit ke-83, sebuah tendangan Anyer-Banyuwangi Fernandinho dari luar kotak penalti bersarang di gawang MU. Henderson bukan Jordan cuma melongo saja dibuatnya. Para pemain City juga tampak kaget tak menyangka tendangannya bisa masuk ke gawang.

Solksjaer pun memberikan komentar soal kekalahan terus-terusan di semifinal. Dia mengakui kalau kualitas timnya tak cukup baik buat melenggang ke final.

“Terkadang, Anda bertemu tim bagus di semifinal dan kami tidak memiliki cukup kekuatan (untuk menandinginya). Saat ini, kami bersua, mungkin, dengan tim terbaik di Inggris dan kami hanya tidak bermain cukup baik,” tutur Solskjaer, dikutip Bolasport.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here