Juventus menjalani laga lanjutan Serie A dengan bertandang ke markas Brescia di Stadion Mario Rigamonti. Tanpa didampingi si manusia Saiya, Cristiano Ronaldo, “Bianconeri” secara susah payah menaklukkan tuan rumah dengan skor 2-1.

Manusia Saiya itu sendiri saat ini sedang mengalami cedera sehingga terpaksa harus menepi sementara. Mungkin kacang Senzu punya Ronaldo sedang habis, jadi terpaksa ia harus menjalani perawatan konvensional seperti yang sering didapat oleh manusia biasa.

Pada laga itu, Maurizio Sarri akhirnya melakukan sedikit eksperimen pada formasi racikannya. Tapi seperti biasa, hasilnya juga masih irit karena menangnya juga pelit, cuma menang 2-1.

Formasi 4-3-3 yang biasa digunakan oleh Sarri, kini berubah menjadi 4-3-1-2 dengan Gonzalo Higuain dan Paolo Dybala dimainkan di lini depan secara bersama.

Lalu sebagai trequartista atau yang kita lebih kenal sebagai AMF kalau di gim-gim sepak bola. Gelandang serang lah kalau bahasa +62.

Terkait dengan strategi baru tersebut, Juventus sendiri nampaknya belum terlalu terbiasa. Terbukti mereka malah kebobolan terlebih dahulu melalui Alfredo Donnarumma.

Tendangan kerasanya dari dalam kotak penalti tak mampu digagalkan kiper Juventus yang namanya susah sekali untuk ditulis. Meski sempat ditepis, namun bola tetap masuk ke dalam gawang.

Walau tidak mendapat banyak penguasaan bola, tapi Brescia yang kini memiliki ujung tombak si “Why Always Me?” alias Mario Balotelli, menciptakan sejumlah peluang yang tidak kalah jauh dari catatan Juventus.

Brescia melepakan 16 tembakan sepanjang laga berbanding 20 milik Juventus. Juventus baru bisa menyamakan kedudukan melalui gol bunuh diri Jhon Chancellor lima menit sebelum babak pertama usai.

Gol kemenangan Juventus akhirnya tercipta di menit ke-63 melalui tendangan keras Miralem Pjanic dari luar kotak penalti. Bola datar ke ujung gawang terlambat diantisipasi kiper Brescia.

Hingga usai, skor 2-1 tetap bertahan untuk kemenangan Juventus. Berkat tambahan tiga poin, untuk sementara Juventus bisa merasakan dinginnya puncak setelah unggul satu poin dari Inter Milan yang belum memainkan laga kelima mereka.

Menurut Maurizio Sarri, permainan timnya sudah makin bagus, namun harus ada perbaikan di lini pertahanan.

“Kami mengalami banyak peningkatan dalam hal operan dan kami lebih banyak mengendalikan pertandingan, tetapi kami perlu meningkatkan pertahanan kami,” ujar Sarri.

https://twitter.com/KammyJuventus/status/1176630755998490624

Main photo: @championsleague

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here