Dari semua tim di Piala Dunia 2018, ternyata Uruguay yang berhasil meraih hasil sempurna banget di penyisihan grup. Tentu saja, karena grup B, C, D, E, F, G, dan H masih belum mainkan laga ketiga.

Namun bukan masalah sudah main atau belum. Tampaknya hampir tak ada yang sesempurna Uruguay, kecuali lagunya Andra & The Backbone yang memang benar-benar “Sempurna”. Mereka sukses menyapu bersih pertandingan di Grup A usai mengalahkan tuan rumah Rusia dengan skor rada ngeri, 3-0.

Padahal, Rusia terbilang lagi gacor dalam dua laga pertama. Tampil tanpa Aleksandr Golovin sepertinya memang sengaja nge-voor. Tapi ternyata benar-benar dibor pakai mercon sampai ke dalam-dalam oleh Luis Suarez dkk.

Bukan cuma menang dan raih poin sempurna, gawang Fernando Muslera juga tak kebobolan persis kayak anak perawan ting-ting. Kegadisan gawang Muslera masih tetap terjaga, utuh seutuhnya.

Dari semua kontestan di Piala Dunia, mungkin cuma Kroasia yang berpeluang menandingi Uruguay dengan meraih poin penuh tanpa kebobolan. Tapi mereka masih belum main, jadi jangan ngomongin Kroasia dulu.

https://twitter.com/Sporf/status/1011301090548224001

Mari bicarakan saja Uruguay terlebih dahulu. “La Celeste” memang sempat membosankan dalam dua laga pertamanya. Meski menang 1-0 dan 1-0, tapi permainan mereka enggak enak dilihat macam emak-emak arisan kebanyakan dempul.

Hal itu diakui sendiri oleh pelatih Oscar Tabarez yang di Piala Dunia ini memakai tongkat. Jelas bukan tongkat galah buat ambil jambu, tapi tongkat penyangga kakinya akibat penyakit Guillain-Barre Syndrome yang menyerang sarafnya. Entah penyakit apa itu, silakan dicek sendiri di Google.

Ternyata Tabarez benar-benar memegang teguh janjinya. Meski sudah tua masih tetap berprinsip. Dia memang berjanji bakal mengubahnya dan lawan Rusia jadi pembuktiannya.

Penampilan lawan Rusia benar-benar oke pisan. Baru 10 menit berjalan, Uruguay yang memakai baju biru muda macam kulit Squidward itu mampu mencetak gol lewat tendangan bebas Luis Suarez.

Gara-garanya, Rodrigo Bentancur yang masih berumur jagung dijegal dari belakang oleh Yuri Gazinskiy. Beraninya dari belakang, coba kalau dari depan, mungkin masih tetap berani.

Akibatnya, gawang Igor Akinfeev langsung bobol gagal membendung tendangan keras Suarez. Namanya tendangan bebas, Suarez bebas-bebas saja mengarahkan ke mana. Mau ke arah papan skor juga bisa.

Selang 13 menitan, kengototan Uruguay bikin Rusia mencetak gol ke gawangnya sendiri. Entah karena ketakutan atau bagaimana. Tendangan Diego Laxalt membentu Denis Cheryshev sehingga bola berbelok arah.

Mungkin Cheryshev ini frustrasi, dalam dua laga pertama selalu bikin gol. Tahu lawan Uruguay rada susah, better bikin gol ke gawang sendiri yang jauh lebih mudah.

Kepedihan Rusia sebagai tuan rumah makin berasa kala Igor Smolnikov diusir wasit akibat menerima kartu kuning kedua tanpa ada kesempatan kedua. Padahal sudah dikasih kartu kuning satu kali, ternyata Smolnikov masih berasa kurang, maunya lebih.

Akibatnya, Edinson Cavani dan kawan-kawan makin dominan dan menguasai pertandingan. Sedangkan suporter tuan rumah cuma memonyongkan bibir saja, sudah bingung mau berbuat apa. Untung saja tuan rumah, jadi enggak jauh-jauh beli tiketnya.

Menjelang akhir laga, Cavani menutup laga grup terakhirnya dengan sebuah gol sekaligus jadi gol pertamanya di Piala Dunia kali ini. Sebuah gol dari seorang Cavani yang sudah lama ditunggu-tunggu pemirsa di rumah.

Berawal dari tendangan pojok yang tidak dilakukan di tengah, bola disundul oleh Diego Godin yang melompat tinggi lebih tinggi dari bayangannya sendiri. Bola sempat ditepis Akinfeev, tapi Cavani dengan sigap menyambarnya macam sudah lama tak dikasih makan.

“Pada dasarnya Rusia tak begitu menekan kami. Bukan hanya kami mencegah mereka melakukan itu, tapi kami memaksa mereka bermain di lapangan mereka sendiri. Kami harusnya bisa cetak lebih banyak gol, itu yang harus kami perbaiki secepatnya,” kata Tabarez.

Skor 3-0 bikin Uruguay jadi juara grup. Sedangkan hasil tersebut jelas bukan hal bagus bagi negaranya Vladimir Putin. Bisa-bisa dapat telepon dari “Yang Mulia Putin”. Rusia kini harus menghadapi juara dunia 2010, Spanyol, di babak 16 besar.

“Ini pertandingan yang sulit karena kami membuatnya sulit. Kami membuatnya tambah buruk akibat kesalahan kartu merah,” kata pelatih Rusia, Stanislav Cherchesov.

Main photo: @OptaJoe

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here