Bayern Munchen semakin mempertegas pernyataan bahwa mereka di tahun 2020 ini adalah tim editan. Bertemu Borussia Dortmund di Piala Super Jerman, Bayern menambah satu koleksi trofi mereka di musim ini usai menang dengan skor 3-2.

Dengan menjadi juara Piala Super Jerman, kini Bayern telah mengoleksi lima gelar di tahun 2020 ini. Sesuatu hal yang sulit terjadi jika bukan di Master League Winning Eleven PS1.

Kesuksesan Bayern memang didukung oleh susunan pemain dari lini belakang ke depan yang mumpuni. Macam tim editan yang dulu sering dilakukan pada permainan Winning Eleven saja.

Tinggi dibuat mentok 200 cm, shot power, body balance, accuracy juga 19 semua. Kurang lebih tampilan fisik para pemainnya seperti gabungan Adriano-nya Brasil dengan Terminator.

Seharusnya laga ini adalah Bayern melawan Bayern. Bayern-ception. Secara pada hakikatnya, laga ini mempertemukan juara Bundesliga melawan DFB-Pokal.

Namun karena Bayern terlalu jadi tim editan dan memenangkan keduanya, maka lawan yang menggantikan adalah runner-up Bundesliga musim lalu yaitu Dortmund biar seru pertandingan kayaknya. Laga bertajuk Der Klassiker pun tersaji di Allianz Arena.

https://twitter.com/Squawka/status/1311416225633796097?s=19

Seperti biasa, Bayern tampil meyakinkan bak anggota baru MLM yang sedang prospek teman lamanya.

Mereka bahkan unggul dua gol terlebih dahulu. Dimulai dari Corentin Tolisso yang menyambut umpan tiang gawang hasil tendangannya sendiri. Lalu disusul sundulan Thomas Muller pada setengah jam laga berjalan.

Julian Brandt yang rambutnya pirang asli bukan hasil pikokan, membuat Dortmund hanya tertinggal 1-2 hingga akhir babak pertama.

Calon pemain tapi cyborg masa depan, Erling Haaland, mencetak gol di awal babak kedua usai mendapat bola terobosan yang kalau main PES pencet tombol segitiga.

Bahkan empat menit berselang Haaland nyaris membuat Dortmund unggul andai Manuel Neuer tidak menggunakan mode tangan delapan sehingga jadi jago menepis bola.

Bayern akhirnya kembali unggul delapan menit jelang laga usai lewat gol kepeleset Joshua Kimmich. Skor 3-2 untuk Bayern pun bertahan hingga akhir.

“Mentalitas Joshua Kimmich sangat istimewa, dia memiliki kualitas yang luar biasa. Jadi dia berada di jalur yang baik untuk menjadi salah satu pemain di klub ini. salut untuknya! ” ujar Hans Flick, dikutip dari Detik.

https://twitter.com/Squawka/status/1311391674917179398?s=19

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here