Sebuah pertandingan yang layaknya bumi dan langit terjadi pada Ligue 1 akhir pekan lalu. Uniknya, secara mengejutkan Paris Saint-Germain justru takluk dari klub juru kunci a.k.a peringkat buncit alias posisi satu dari bawah, Dijon, dua hari lalu.

Kalah mungkin adalah suatu hal yang biasa terjadi dalam sepak bola. Mau tim dengan sekuat apa juga pasti bisa kalah. Pemain dan  pelatih memang hanya bisa berkehendak. Hasil akhir tetap di tangan bandar.

Tapi kalah dari tim juru kunci mungkin tidak terlalu biasa. Kalahnya sih bisa diterima. Tapi malunya itu yang luar biasa. Sampai ke pertemuan kedua tim yang selanjutnya, semua pemain Dijon ini bisa ngecengini PSG dengan sesuka hati.

Tercatat ini jadi kemenangan pertama Dijon atas PSG sepanjang sejarah di Ligue 1.

PSG yang menyambangi Dijon di Stade Gaston-Gerard, sebelumnya diprediksi akan meraih kemenangan beruntun ketujuh mereka di semua kompetisi. Dilihat dari atas kertas, secara susunan skuat memang PSG begitu meyakinkan.

Belum lagi status mereka sebagai pemuncak klasemen PSG yang auto-juara dalam beberapa tahun terakhir. Reputasi mereka saja sudah cukup bikin mental jadi kendor macam kutang lama.

 Apalagi Kylian Mbappe membuka keunggulan PSG terlebih dahulu di menit ke-19. Tapi nyatanya PSG yang mendominasi jalannya pertandinga harus kebobolan di akhir babak pertama dan awal babak kedua.

Gol Mounir Chouiar di menit ke 45+6 serta Jhonder Cadiz dua menit setelah babak kedua dimulai, membuat tuan rumah berbalik unggul.

Sayang di sisa waktu yang kurang lebih selama 40 menit, PSG tak mampu lagi menggoyangkan jala gawang Dijon.

Walau kalah memalukan dari peringkat buncit yang busung poin, namun Thomas Tuchel tidak merisaukannya. Menurut pelatih yang jago berhitung 1-100 dalam bahasa Jerman itu, semua hal bisa terjadi di sepak bola.

“Ini sepak bola. Apapun bisa terjadi, bukan?. Ini bukan pertama kali tim yang berada di dasar klasemen bisa mengalahkan tim yang memuncaki klasemen. Ini dipastikan bukan yang terakhir kalinya,” ujar Tuchel, dilansir dari Sindonews.

“Kami kebobolan dua gol dan mendapat terlalu sedikit peluang. Ini tidak normal. Kami bermain sangat, sangat, sangat buruk pada babak pertama. Kami tidak bisa mengontrol pertandingan. Kami juga lemah dalam akurasi,” sambung PSG.

PSG sendiri bersiap untuk menjalani liga tengah pekan alias Liga Champions. Saat ini mereka berada di puncak klasemen Grup B dengan sembilan poin. Selanjutnya PSG akan menghadapi Club Brugge di Parc des Princes.  

Main photo: reddit.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here