Kabar menggembirakan hadir untuk Tite pelatih Brasil. Pelatih dengan nama asli Adenor Leonard Bacchi tersebut kontraknya resmi diperpanjang tanpa bantuan Mak Erot ataupun obat-obatan dari Aheng atau Aceng yang tokonya di pinggir jalan kadang terlihat sepi.

Kontrak baru Tite tersebut akan berlangsung selama empat tahun. Artinya, pada Piala Dunia 2022 di Qatar mendatang, kita masih mungkin melihat pelatih ubanan ini terpeleset kembali di lapangan. Tentu jika dirinya belum dipecat sebelum itu atau jika Brasil tidak lolos di Piala Dunia edisi tersebut.

Kegagalan Tite untuk mengantar timnas Brasil meraih kesuksesan di Piala Dunia 2018 ternyata tidak mengecewakan Konfederasi Sepak Bola Brasil (CBF). Terbukti CBF masih memperpanjang kontrak Tite hingga empat tahun ke depan. Kalau mereka kecewa, sudah pasti sewaktu di pesawat sudah dipecat.

Tite menggantikan Dunga pada 2016 yang gagal menjuarai Copa America 2015 dan 2016. Meski demikian, sebenarnya Tite ini juga sama saja tidak bisa mengembalikan kejayaan Tim Samba. Entah apa pertimbangan CBF untuk mempertahankan Tite.

Mungkin dirinya sering memberikan jokes-jokes ala bapak-bapak di grup Whats App para petinggi CBF. Alhasil sosok seperti Tite ini selalu dinanti kehadirannya di grup tersebut setiap pagi.

Pada Piala Dunia 2018 di Rusia yang lalu, perjalanan Brasil hanya sampai babak perempat final saja. Padahal mereka digembor-gemborkan akan membuat bintang di seragam timnas Brasil menjadi enam buah.

Ketika berhadapan dengan Belgia mereka takuk dengan skor 1-2. Gol bunuh diri dari Fernandinho dan Kevin de Bruyne, memaksa mereka mudik meski tidak sedang Lebaran. Lebih enak sebenarnya saat 2014, kala itu Brasil bisa tersingkir tanpa harus mudik.

https://twitter.com/BGT_ENG/status/1022404691429400576

Jika dilihat dari sejarah pelatih timnas Brasil, nasib Tite bisa terbilang lebih mujur dibanding para pendahulunya. Terhitung dari tahun 2006, tiap pelatih yang gagal di sebuah turnamen langsung diberhentikan.

Selain Tite, CBF juga memperpanjang kontrak dari Edu Gaspar yang sepertinya bukan saudara dari Robbie Gaspar Persib Bandung. Edu sebelumnya merupakan koordinator timnas Brasil.

Setelah resmi mendapat kontrak baru, Tite mengatakan bahwa federasi ingin membangun tim dengan proyek jangka panjang.

“Federasi telah memberi kami syarat untuk membuat tim yang dengan lingkungan kebersamaan yang juga berisi para pemain yang profesional. Ini adalah sebuah tantangan dan kami senang untuk menghadapinya. Kami akan fokus untuk pertandingan dan kompetisi yang akan datang,” kata Tite dikutip dari Kompas.

Sejak ditangani oleh Tite pada tahun 2016, rekor timnas Brasil cukup bagus sebenarnya. Dari 26 pertadingan yang dijalani, mereka meraih 20 kemenangan, empat kali imbang dan dua kali kalah. Mereka pun ikut serta Piala Dunia 2018 dengan status sebagai juara grup zona Amerika Selatan.

https://twitter.com/TarifShakil/status/1022389634913824768

Main photo: dnaindia.com

3 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here