Pelatih Prancis yang berasal dari Prancis dan jago berbahasa Prancis, Didier Deschamps, akhirnya memaafkan kipernya yang bernama Hugo Lloris. Aksi maaf-memaafkan layaknya lebaran itu terjadi setelah sang kiper melakukan aksi kocak yang menyebabkan kekalahan.

Prancis sejatinya bisa bermain imbang saat melawan Swedia 1-1 dalam lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2018. Sampai pada menit ke-93, Lloris membuat kesalahan fatal banget dan sangat menghibur pecinta bola, meski bikin para pendukung Prancis geregetan.

Berawal dari umpan backpass dari rekannya sesama Prancis, Lloris malah sok-sokan meninggalkan gawangnya dengan mengontrol dan men-dribble layaknya goyang dribble Duo Serigala. Kiper Tottenham itu sempat mendapat tekanan dari striker Swedia sehingga rada panik sedikit.

Sayang, aksi dribble itu diakhiri dengan tendangan sapuan yang malah berbuah fatal. Bola ditendang mendatar ke tengah lapangan dan tepat jatuh di kaki Ola Toivonen. Tanpa kontrol lagi, Toivonen langsung menendangnya dari tengah lapangan.

Bola pun meluncur masuk ke gawang Lloris tanpa Nawaitu. Lloris yang sedang lari balik ke sarangnya itu hanya bisa pasrah seperti supir GO-JEK yang tiba-tiba di-cancel pelanggannya. Prancis pun kalah.

https://twitter.com/WelBeast/status/873281446642933760

Gol tersebut bukan hanya bikin kalah. Tapi sekaligus menghancurkan gol indahnya Olivier Giroud di babak pertama. Kasihan banget.

Deschamps sebenarnya geram dengan aksi kocak tersebut. Namun, dia tak mau secara gamblang menyalahkan kiper ganteng asal Tottenham Hotspur itu.

“Saya tidak akan menghukum Hugo Lloris karena kesalahan itu. Dia sudah sering menjadi pemain penting kami pada laga-laga sebelumnya,” kata pelatih berambut perak alias uban itu dikutip Bola. 

Deschamps sebenarnya heran karena Lloris biasanya langsung membuang bola jauh menuju angkasa. Tapi kali ini, dia malah mengontrolnya terlebih dahulu. Mungkin dia merasa dirinya seperti Cristiano Ronaldo.

“Dia sebenarnya lebih suka mengontrol bola. Namun, saat memutuskan membawa bola dan kemudian membuangnya, dia tidak bisa kembali ke gawang. Itu memang salahnya dan harus dibayar mahal. Dia dan para pemain lain merasa sedih. Kekalahan selalu menyakitkan dan dalam keadaan ini lebih menyakitkan,” sambungnya.

Semua orang memang pernah berbuat kesalahan. Namanya juga manusia. Tapi untuk kiper sekelas Lloris yang jatuhnya sebagai kapten timnas, serta bermain di level Liga Primer, harusnya tak lagi membuat blunder mendasar seperti itu.

Bukan cuma sekali ini saja, tapi kiper berusia kepala tiga itu sudah beberapa kali melakukan blunder kocak selama kariernya sebagai kiper.

Main photo: Sports Illustrated

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here