Setelah Argentina ditinggal pergi pelatih kocak, Jorge Sampaoli, timnas Argentina mulai dikaitkan dengan sejumlah nama pelatih. Namun dari beberapa daftar nama yang dirumorkan akan menangani timnas “Tango”, nama Diego Maradona tidak ada di antaranya. Hal tersebut lantas membuat Maradona merasa sedih kecewa campur heran.

Performa Argentina pada Piala Dunia 2018 lalu memang jauh dari harapan. Setelah tertatih-tatih lolos dari fase grup, Lionel Messi dan kawan-kawannya harus pulang kampung setelah menjalani pertandingan seru dan mendebarkan di babak 16 besar.

Sial benar memang Argentina yang berada di peringkat kedua grup harus bertemu dengan lawan berat yaitu Prancis. Dibantu oleh pemain-pemain keturunan Afrika pula. Lengkap sudah, terbukti Prancis kemudian menjadi juara turnamen empat tahunan tersebut.

Sedangkan Argentina bisa pulang lebih cepat macam sedang hari-hari awal tahun ajaran baru. Mereka gagal untuk mengulang capaian pada Piala Dunia edisi sebelumnya.

Hasil mengecewakan itu membuat Sampaoli kemudian meninggalkan jabatanya sebagai pelatih. Sejumlah nama kemudian digadang-gadang akan menjadi pengganti Sampaoli.

Mulai dari Mauricio Pochettino, Diego Simeone, Jose Pekerman, hingga Ricardo Gareca kerap kali oleh media Argentina dikaitkan dengan jabatan yang kosong tersebut. Pada momen inilah kemudian Maradona merasa tersinggung.

Seperti istilah zaman sekarang, ia gagal paham mengapa para media di Argentina sama sekali tak menyebutkan namanya. Legenda Argentina itu sepertinya iri hati karena dirinya tidak dipertimbangkan oleh para pewarta berita di sana.

Padahal pelatih top macam Indra Sjafri dan Jaya Hartono saja tidak ribut karena dirinya juga tidak masuk bursa pelatih baru Argentina.

Pada Piala Dunia 2018 lalu, Maradona memang menjadi pusat perhatian dengan kelakuan-kelakuan jenakanya saat menonton pertandingan Argentina. Mulai dari tertidur di bangku penonton, sampai mengacungkan jari tengah tanda kasih sayang ketika Argentina mencetak gol.

 

“Mengenai tim nasional Argentina, saya ingin mengatakan bahwa ketika beberapa wartawan tidak memasukkan nama saya di antara para kandidat pelatih hal itu benar-benar mengganggu saya,” kata Maradona dikutip dari Liputan6.

“Saya mendengarkan (wartawan olahraga Argentina) Chavo Fucks dan dia bahkan tidak menyebutkan nama saya di antara kandidat yang mungkin berpeluang. Saya ingat awal kariernya, ketika saya masih bermain, dan sepertinya sekarang ia tidak menghargai saya.”

Maradona sepertinya merasa tidak dihargai karena dirinya tidak disebut-sebut sebagai salah satu calon kuat pelatih Argentina. Padahal pria yang dikenal dengan gol tangan hantu itu sempat menduduki kursi kepelatihan dari 2008 hingga 2010. Jika mau mengadu CV, jelas hal tersebut bisa jadi satu pertimbangan.

Namun, wartawan sana tampaknya ogah memasukkan namanya lagi karena sudah dianggap gagal. Ya, Argentina pada 2010 tersingkir usai dibantai 0-4 dari sekumpulan anak-anak muda Jerman ketika itu.

Padahal, Maradona sudah mengaku siap untuk kembali menangani timnas Argentina. Ia bahkan mengatakan memberikan diskon 100 persen untuk biaya memakai jasanya alias rela tidak dibayar. Sudah geer dan pede mampus, tapi ternyata harapan itu pupus.

Ini semacam bursa wakil presiden di Indonesia. Sudah memberikan segalanya, pencitraan di mana-mana, tapi tak dipilih Jokowi maupun Prabowo atau calon presiden lainnya jika ada.

“Ya, dan saya akan melakukannya secara gratis. Saya tidak akan meminta apa pun sebagai gantinya,” ujarnya.

Kalau memang gratisan, lebih baik Maradona mendaftarkan diri jadi pelatih timnas Indonesia beberapa tahun lagi. Siapa tahu Luis Milla tak diperpanjang kontraknya, lumayan PSSI bisa dapat pelatih gratisan. Setidaknya bisa menularkan skill-skill dewa milik Maradona kepada pemain Indonesia.

Belum lagi sifat emosional Maradona ini juga cocok bagi warga Indonesia. Disulut sedikit saja sudah terpancing emosinya.

Main photo: naijali.ml

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here