Premier League dipastikan tak se-indie itu lagi setelah kebijakan transfer musim panas mereka yang tutup lebih cepat, akhirnya kembali mengikuti jadwal liga-liga top Eropa lain.

Sebelumnya Premier League ini bisa dibilang indie sekali sebagai salah satu liga di Eropa. Kalau dirupakan remaja ibukota negara +62, Premier League ini mungkin pakai tote bag dan bucket hat kemana-mana. Kalau akhir pekan kerjanya nonton konser saja pasti.

Beberapa ke-indie-an Premier League terlihat dari kompetisi lokal mereka yang sampai tiga ajang. Selain itu juga Premier League jadi liga yang belakangan baru menerapkan penggunaan VAR di kompetisi.

Meskipun saat ini VAR di Premier League masih cukup cutting edge karena wasit utama di lapangan tidak melihat langsung tayangan video.

Sejak beberapa musim lalu Premier League juga membuat kebijakan untuk menutup bursa transfer lebih dahulu dibanding liga-liga Eropa lainnya. Pokoknya tidak mau mainstream sekali mereka.

Namun belakangan akhirnya Premier League nampaknya mulai mengikuti arus seperti liga lain. Jadwal bursa transfer mereka dipastikan akan kembali seperti dulu lagi dengan mengikuti jadwal liga-liga top Eropa lain.

Kebijakan ini tak terlepas dari kesepakatan para pemegang saham klub serta pengaruh Brexit atau keluarnya Inggris dari Uni Eropa.

https://twitter.com/brfootball/status/1225391056331644928?s=20

Awalnya Premier League sudah menutup bursa transfer di pertengahan Agustus. Namun mulai musim 2020/2021, Premier League kembali akan mengikuti kompetisi elite Eropa lainnya yang menutup bursa transfer pada akhir Agustus

“Pada Rapat Pemegang Saham hari ini, klub Liga Inggris memilih untuk melakukan perubahan pada tanggal penutupan bursa transfer musim panas untuk musim 2020/21.”

“Ini akan memindahkan tanggal penutupan kembali ke titik tradisional pada akhir Agustus atau awal September,” tulis rilis resmi Premier League, dikutip dari Indosport.

Sebelum keputusan tersebut disetujui para pemegang saham klub, Chief Executive Premier League, Richard Masters, memang sempat menyebut bahwa perubahan di bursa transfer pasti terjadi setelah Brexit.

“Bisa saja tanggal ditutupnya bursa transfer musim panas akan kembali berubah. Satu penyebab kuatnya adalah karena berubahnya sistem imigrasi (di Inggris),” terang Richard Masters saat itu.

Selain terkait dengan Brexit yang berpengaruh ke sistem imigrasi, kembalinya tenggat transfer musim panas ke akhir Agustus diambil agar klub-klub Premier League bisa bersaing dengan klub liga-liga Eropa lain dalam mendatangkan pemain bintang.

Main photo: Twitter

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here