Oleh: Bayu Budi P.

Saat Manchester City lagi enak-enaknya PDKT sambil nge-chat ke Fred, “Sudah makan belum? Kapan mau ke sini? Di sini udah sepi lho?” MU mendadak datang sebagai orang ketiga. MU langsung menyambar Fred walau tanpa gaya Ka Chow-nya Lightning McQueen yang ada di film Cars, lalu diupload di IG dengan hashtag #FREDISRED seperti mengejek teman sendiri.

Padahal di bulan Ramadhan ini, setan dibelenggu tapi bagaimana bisa klub “Setan Merah” bisa menikung teman sendiri. Masih untung City berbaik hati, sehingga tak perlu bikin video launching pemain terus di-upload di IG.

Bikin video memang pakai duit, tapi City ya sudah kaya raya juga. Bikin video berdurasi begitu cuma jadi remahan Astor. Kalau perlu sambil bilang, “We butuh duit…iki lo duit ki.. panganen, ki lo nyoh duit… 5 juta, 10 juta, 15 juta kenek dingge tuku omah, ki lo duit!”

Kecepatan dan ketepatan MU dalam mengakuisisi Fred begitu mengagumkan. Tanpa aba-aba 1-2-3, mereka langsung dapat menyalip City. Ya gitu lah seperti mencari pasangan, kadang yang “ngincer” dan PDKT kita duluan, tapi ditikung sama teman atau kakak kelas.

Tapi ingat, setiap perbuatan pasti ada balasan. Mungkin ini yang menimpa MU, karma  menghampiri walau MU tak ikut sebagai partisipan acara mas Roy Kiyoshi.

Karma buruk harus ditanggung MU setelah buruan mereka sejak musim lalu, Anderson Talisca, yang memiliki angka kelahiran 1, memutuskan mendarat ke Chinese Super League untuk berkostum merah juga yakni Guangzhou Evergrande. Karma ini MU menjadikan peristiwa ini sebagai pembelajaran terdepan, agar jangan suka tikung teman.

Teka-teki kepindahan Talisca memang rumit, meski tak harus melewati perdebatan yang sia-sia dengan Cak Lontong. Talisca memutuskan pindah ke Guangzhou dengan status pinjaman setengah tahun atau satu semester dalam kalender pendidikan pembelajaran tanpa DP di muka apalagi bunga.

Pemain yang memiliki hubungan darah dengan Herman Dzumafo Epandi jika diurutkan dari silsilah Nabi Adam AS ini sudah dikagumi oleh Jose Mourinho. Meskipun kekagumannya tak sampai melahirkan puisi, namun kepindahannnya ke Guangzhou sangat mengejutkan padahal banyak tim eropa yang berminat meminangnya.

Kepindahannya ke Guangzhou dari Benfica diharapkan mampu mendongkrak posisi klub asuhan Fabio Cannavaro yang mengusung misi memperoleh gelar juara delapan kali berturut-turut di Liga China setelah 7 musim beruntun.

Patut dinantikan kolaborasi antara Anderson Talisca , Ricardo Goulart, dan Alan Carvalho dalam mengguncang persepakbolaan China meski tanpa bantuan Thanos yang sudah mengumpulkan tujuh batu akik warna warni .

MU pun sekarang digosipkan sedang PDKT dengan Marko Arnautovic yang mbrojol duluan 5 tahun sebelum Talisca. Tak ingin mengulang kesalahan  yang sama, MU dikabarkan gerak cepat, tanpa melalui proses lamaran maupun ta’aruf.

MU dikabarkan memberikan mahar 60 juta pounds tanpa martabak markobar seperti yang dilakukan pemuda jika ke rumah calon mertua. Meski sang calon mertua belum memberikan kepastiannya.

Proses transfer pemain memang begitu menarik untuk dilihat. Disajikannya drama dalam proses perpindahan pemain memang lebih seru daripada mendapatkan ucapan template lebaran, “Meski hati tak sebening air” dsb. Namun tak lebih seru dari saat membuka amplop THR dari keluarga besar.  Jadi nikmatilah selagi bisa.

Main photo: Goal


Bayu BudiBayu Budi P.

Pelajar yang ikut SBMPTN

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here