Piala Dunia belum dimulai, masalah sudah datang saja menimpa timnas Iran. Suka begitu memang yang namanya masalah. Datang tak dijemput, pulang tak diantar. Enak sekali kalau sudah bikin masalah lalu diantar pulang.

Akibat embargo yang dilakukan pemerintah Amerika Serikat kepada Iran, kini timnas mereka tidak bisa menggunakan sepatu keluaran Nike di Piala Dunia. Beruntung para pemain Iran masih punya cadangan sepatu, kalau tidak bisa-bisa mereka cuma nyeker saja di Piala Dunia.

Sepak bola seharusnya memang tidak dikaitkan dengan politik. Tetapi itulah yang terjadi pada timnas Iran. Akibat menerima embargo ekonomi dari Amerika, Iran tidak bisa mendapatkan pasokan sepatu dari aparel sepak bola asal negeri Paman Sam.

Seperti diketahui, Nike yang bacanya “naiki” bukan “ni-ke” dilarang oleh pemerintah AS untuk mengirimkan produknya kepada Iran. Iran sendiri kini masih dalam masa embargo sejak bulan Juli tahun lalu.

Penyebabnya adalah Iran disebut Amerika masih aktif dengan program nuklirnya. Posesif sekali memang Amerika ini, kalau sedang pacaran, pasti Iran dibilang masih dekat sama mantan.

Akibatnya, Nike juga harus patuh kepada hukum di AS. Keputusan mendadak yang jelang bergulirnya Piala Dunia ini tentu menimbulkan polemik.

“Sanksi AS berarti pula bahwa sebagai perusahaan AS, Nike tidak dapat menyediakan sepatu untuk para pemain di tim nasional Iran saat ini,” tulis pernyataan resmi Nike dikutip dari Liputan6.

Iran sendiri akan menjalani pertandingan pertama melawan Maroko pada hari Jumat (15/6). Pertandingan akan berlangsung di Kretosvsky Stadium, Saint Petersburg. Karena tidak mendapat pasokan sepatu, bukan berarti timnas Iran akan nyeker di pertandingan tersebut. Mereka juga tidak akan menggunakan sepatu bakiak. Repot soalnya.

Timnas Iran akhirnya melakukan solusi darurat. Salah satunya adalah dengan membeli produk Nike itu secara pribadi di toko-toko olahraga. Sebab kalau cari di toko material sepertinya tidak ada. Paling-paling hanya menemukan baut sama cat saja.

Untung saja aparel seragam mereka tidak didukung oleh Nike juga. Iran didukung oleh Adidas untuk urusan seragam sehingga tidak mengalami kendala.

Terkait hal tersebut, pelatih timnas Iran, Carlos Queiroz, mendesak Nike meminta maaf kepada timnya. Ia pun meminta FIFA untuk turun tangan dalam masalah ini. Apalagi namanya sudah teken kontrak, berarti Nike bisa dianggap melanggar hukum.

“Komentar terakhir Nike ini, dalam pandangan pribadi saya, adalah pernyataan yang tidak perlu. Semua orang tahu tentang sanksi. Mereka harus meminta maaf karena berperilaku arogan terhadap 23 pemain kami. Ini benar-benar konyol dan tidak perlu,” terang Queiroz.

Ada-ada saja jelang Piala Dunia. Belum mulai sudah banyak drama. Kemarin J-Lo-nya Spanyol, sekarang Nike-nya Iran.

 

Main photo: ajplus

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here