Luis Milla akhirnya resmi dipertahankan PSSI untuk tetap menangani timnas Indonesia. Mantan pemain Persebaya yaitu Chairil ‘Pace’ Anwar memberikan saran kepada Milla agar berusaha memahami sepak bola Indonesia lebih dalam. Menurutnya, butuh waktu untuk melihat Milla meraih kesuksesan bersama timnas Garuda.

Skuat “Garuda” U-23 gagal melangkah lebih jauh pada gelaran Asian Games 2018 lalu. Pada babak 16 besar, Indonesia harus takluk dari Uni Emirat Arab (UAE) setelah melalui pertandingan penuh drama.

Sempat bermain dengan skor 2-2, Indonesia akhirnya takluk 3-4 pada babak adu penalti. Andai diselesaikan dengan babak adu karambol, mungkin hasilnya bisa berbeda.

Target PSSI untuk menembus empat besar pun gagal terwujud. Hal ini jelas membuat posisi pelatih timnas U-23 yaitu Luis Milla menjadi terancam. Dirinya sempat diisukan akan langsung diberhentikan setelah kegagalan itu. Sembarangan saja memang, macam angkot bisa berhenti di mana saja.

Sontak berbagai pihak langsung memberikan dukungan dan berharap agar pelatih asal Spanyol tersebut diperpanjang kontraknya. Sebab Milla dinilai telah memberikan banyak kemajuan terhadap sepak bola timnas.

Setelah melalui berbagai pertimbangan, para pengurus PSSI akhirnya memutuskan untuk memperpanjang kontrak Luis Milla yang bukan saudaranya Milea di film Dilan 1990.

Bukan sekadar diperpanjang satu minggu macam beli pulsa 10 ribu. Mantan pemain Barcelona itu diperpanjang untuk menangani timnas selama satu tahun ke depan. Selanjutnya Milla juga diproyeksikan akan menangani timnas Indonesia untuk Piala AFF yang akan berlangsung pada 8 November hingga 15 Desember 2018 mendatang.

https://twitter.com/efenerr/status/1033182326824398848

Keputusan PSSI untuk memperpanjang kontrak Milla juga tak luput dari berbagai pandangan. Menurut Chairil ‘Pace’ Anwar, meski Milla berpengalaman sebagai pelatih tim usia muda Spanyol, namun sepak bola di Indonesia dinilainya berbeda jauh dengan negara asalnya. Pace mengatakan bahwa kultur sepak bola Indonesia berbeda dengan sepak bola negeri “Matador”.

“Saya pikir memang setelah dipegang Luis Milla, Timnas Indonesia ada sedikit kemajuan. Tetapi kultur yang diterapkan Milla berbeda dengan Indonesia. Saya pikir sulit untuk Luis Milla bisa bertahan lama di Indonesia,” ucap Pace dikutip dari Jawapos.

Mantan pemain timnas tersebut mengatakan Milla tidak akan kesulitan jika ia lebih memahami gaya permainan sepak bola Indonesia. Ia pun menyarankan agar Milla menerapkan gaya asli sepak bola Indonesia yang dikombinasikan dengan gaya permainan sepak bola Spanyol.

Ia juga menyadari bahwa butuh waktu bagi Milla untuk beradaptasi dan meraih kesuksesan. Memang tak ada yang instan di dunia ini. Cukup Indomie saja yang instan. Sebab semuanya butuh proses tidak bisa hanya “prok, prok, prok jadi apa ya?”, langsung ada hasilnya.

Lagipula yang instan-instan biasanya tidak baik ke depannya. Jika mau dapet uang instan, bukan dengan cara ngepet, tapi bekerja. Sama juga, jika mau dapat timnas bagus, butuh pembinaan dan penyesuaian secara berharap tentunya.

“Memang ada perkembangan. Butuh waktu. Kalau diberi waktu yang pendek, Milla pasti kesulitan. Milla juga harus menyesuaikan kultur sepak bola Indonesia,” ujar Pace.

“Siapa pun pelatih Timnas, dia harus paham sepak bola Indonesia. Itu yang pertama. Kedua, pelatih harus diberi waktu. Kalau tidak diberi waktu, pelatih juga akan kesulitan berekspresi,” tambahnya.

https://twitter.com/FootballTribeID/status/1034630966847856640

Main photo: ultimagz.com

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here