Gelandang Barcelona, Ivan Rakitic, menceritakan kehidupannya saat ini yang sedang menjalani isolasi akibat pandemi corona. Rakitic menyebut bahwa ia hanya keluar rumah untuk sekedar buang sampah.

Pandemi corona memang saat ini sedang jadi momok yang cukup mengkhawatirkan dunia. Sejumlah negara bahkan sampai menutup diri untuk memutus rantai penyebaran virus corona.

Italia dan Spanyol menjadi dua negara di Eropa yang terdampak corona paling parah. Kompetisi sepak bola jelas telah dihentikan.

Sama seperti warga lainnya, para pemain sepak bola pun diimbau untuk tetap berada di rumah. Sebab pemain sepak bola juga hanyalah manusia biasa kalau kata Radja.

Mau mereka bek paling jago sedunia yang bisa menghentikan Cristiano Ronaldo atau Lionel Messi, kalau sama corona bisa-bisa lewat juga.

Begitu pula dengan para penggawa Barcelona, termasuk Ivan Rakitic yang terus mengisolasi dirinya di rumah dan menghindari kerumunan dan area publik. Bahkan Rakitic mengaku hanya keluar rumah untuk membuang sampah saja.

Memang begini seharusnya. Sebagai pemain sepak bola saja Rakitic ini nurut. Kenapa warga-warga kita yang biasanya horizontal battery saving mode malah gaya-gayaan keluar rumah di saat-saat seperti ini.

Apalagi sudah keluar rumah, main ke pusat perbelanjaan ramai-ramai, lalu malah isu hand sanitizer yang diperuntukan untuk umum. Followers-nya banyak pula di Instagram.

Memang hadeh sekali kelakuan yang seperti ini. “Sampah-sampah” yang seperti itu harusnya juga dibuang oleh Rakitic.

Saya hanya keluar rumah untuk membuang sampah. Jaraknya hanya 50 meter dan itu satu-satunya yang saya lakukan di luar sana.”

“Sejak Napoli, saya sudah menyiapkan semua untuk ini dan saya belanja banyak sekali [untuk persediaan makan di rumah],” ujar Rakitic kepada televisi Barcelona, dikutip dari CNN Indonesia.

Rakitic mengaku cemas akibat penyebaran corona ini. Apalagi sebelumnya ia akan pergi bersama skuat Barcelona ke Italia untuk menghadapi Napoli, meski akhirnya laga itu ditunda.

“Saya ingat ketika kami berangkat ke Naples untuk bermain di Liga Champions dan isu-isu itu [soal virus corona] sudah dimulai di Italia.”

“Saya katakan kepada dokter bahwa saya sangat cemas soal itu dan bahkan bakal jadi lebih buruk. Sekarang kami harus bersama-sama,” terang Rakitic.

“Kami yang punya anak-anak tentu merasakan hal yang amat rumit. Kami harus bangun pukul 07.30 atau 08.00. Setelah sarapan, kami harus memeriksa tugas-tugas sekolah [anak-anak] secara online.”

“Kami kemudian bercanda-canda, memasak, memastikan apakah mereka mau tidur siang, harus diisi dengan canda tawa agar lebih baik. Kami adalah guru [bagi anak-anak] di pagi hari, kemudian main gim di sore hari,” ujar Rakitic.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here