Roma dan Atletico Madrid harus berbagi angka pada laga pertama di Liga Champions. Keduanya memang tak ada yang mau mengalah, makanya berakhir dengan skor seri 0-0. Sebuah pertandingan yang garing karena tak ada golnya sama sekali.

Penonton memang kecewa karena namanya nonton bola pasti menunggu golnya. Sayang, waktu satu setengah jam yang sudah begitu lama tak bisa dimanfaatkan dengan baik oleh kedua kesebelasan.

Setelah menunggu 90 menit, akhirnya berakhir dengan imbang tanpa gol. Benar-benar akhir garing bagai kerupuk di tukang nasi goreng. Meski hasil tersebut masih disyukuri oleh warga Roma sedunia.

Bagaimana tidak bersyukur, Atletico punya peluang lebih banyak dari tuan rumah yang masih mengontrak. Beberapa kali tendangannya melambung jauh mengganggu penerbangan domestik. Sebagian lainnya tepat di pelukan sayang kiper Roma, Alisson Becker, yang namanya tak cocok jadi pemain bola.

Ada satu peluang emas yang sangat mengkilap saat Luciano Vietto mampu menerobos barikade pertahanan Roma. Sayang, tendangannya masih mengenai Alisson sehingga bola gagal masuk ke gawang. Andai tak ada kipernya, pasti sudah masuk itu bola.

Pelatih Roma, Eusebio Di Francesco, mengakui kalau timnya kesulitan menghadapi Atletico. Maklum, secara level permainan memang “I Giallorossi” masih di bawah tamunya. Atletico gitu-gitu menjadi finalis Liga Champions dua kali dalam empat edisi terakhir.

Berdasarkan peringkat UEFA, Roma bahkan kalah jauh di bawah Atletico. Jika Atletico berada di peringkat kedua, Roma ada di urutan ke-27.

Di Francesco bahkan sampai ubah formasi demi bisa mengimbangi Atletico. Dari 4-3-3 menjadi 3-5-2 demi meredam agresivitas “Los Rojiblancos” yang malam itu pakai kostum kuning kayak marka jalan. Untung saja tak berubah lagi jadi 1-1-3-5, kalau iya bisa-bisa mereka kebobolan banyak.

“Saya terpaksa mengubah sistem, karena kami tidak bisa lagi menahan laju mereka. Namun, kami lebih seimbang,” kata Di Francesco yang pakai kacamata asli itu, bukan KW yang dibeli di online shop.

Di Francesco juga mengaku beruntung punya pertahanan kuat yang dikawal menteri pertahanan bernama Alisson, yang berulang kali berjibaku menahan gempuran tujuh hari tujuh malam tim lawan. Ditambah Kostas Manolas yang sempat melakukan clearance cantik di bibir gawangnya.

“Pada tahap tertentu, Alisson sangat menentukan. Dia kiper yang bagus dan kami senang memilikinya,” sambungnya lagi.

Main photo: @OfficialASRoma

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here