Duel El Classico memang selalu panas, sepanas kopi Torabika kalau baru diseduh bahkan sering bikin lidah melepuh. Tak ada konflik di El Classico bagai taman tak berbunga seperti lagunya Bang Rhoma Irama.

Real Madrid yang bertindak sebagai tuan rumah terpaksa harus mengakui rival terbesarnya pada abad ini, Barcelona. Madrid unggul lebih dulu lewat gol yang enggak tegas-tegas amat dari Carlos Casemiro.

Pemuda tanggung itu menyambar bola muntah hasil tendangan Sergio Ramos yang mengenai tiang. Gol tersebut sempat jadi kontroversi karena posisi Ramos sebenarnya adalah offside.

Namun, wasit berkata lain dan tetap melanjutkan pertandingan yang masih lumayan lama itu. Barcelona akhirnya menanggapinya dengan halus. Lewat kerjasama apik khas Barca, Lionel Messi berhasil menyarangkan bola setelah melewati dua pemain Madrid sekaligus.

Padahal beberapa hari sebelumnya Messi tidak ada apa-apanya saat menghadapi pertahanannya Juventus. Ya mungkin memang beda, Madrid adalah Madrid, Juve adalah Juve.

Barca kembali unggul pada menit ke-72 saat Ivan Rakitic melepaskan tendangan setengah LDR alias jarak jauh di luar kotak penalti. Tendangannya tak bisa dijangkau oleh Keylor Navas yang tangannya terlalu pendek. Kalau panjangan lagi pasti bisa ditepisnya.

Madrid yang lagi ketinggalan makin runyam kondisinya saat Sergio Ramos dikeluarkan wasit. Dia sepertinya tak mampu mengendalikan nafsu bejatnya karena menerjang Messi dengan sangat kasar dan tak senonoh.

Alhasil, wasit tak lagi mengeluarkan kartu kuning untuk tanda peringatan, tapi langsung kartu merah. Kalau perlu warna pink biar kayak surat tilang. Itu kartu merah kelimanya buat Ramos di laga El Classico. Panas, bung!

Namun, meski tertinggal satu pemain, Madrid malah bisa menyamakan kedudukan pada menit ke-85 melalui James Rodriguez, pemain yang lama tak nongol di layar kaca karena kelamaan jadi cadangan. Tendangannya dari jarak dekat bikin Marc-Andre Ter Stegen gelagapan kayak menerima serangan kecoak terbang.

Pertandingan menjurus seri, adil berbagi ketika memasuki menit ke-90-an. Sayang, Messi rupanya tak menyerah untuk memenangkan Barca. Aksinya mampu membawa pulang tiga poin saat menjebol Navas pada injury time.

Gol tersebut bikin Marcelo jadi menyesal. Dia merasa itu kesalahannya tak mengawal Messi dengan baik. “Itu salah saya, itu bisa terjadi pada siapapun tapi saya menerima kesalahan atas gol tersebut,” ujarnya, melas, dikutip Marca.

Yang jelas, gol tersebut bikin Cristiano Ronaldo mencak-mencak. Dari tayangan ulang sangat jelas sekali Ronaldo kesal dibuatnya.

Di sisi lain, gol Messi bikin Barca yang tadinya lemas kini jadi puas. Gol tersebut juga jadi gol ke-500 Messi bersama Barcelona dari 577 penampilan. Indah sekali bisa membuat gol ke-500-nya di kampung orang, Santiago Bernabeu.

Pelatih Luis Enrique memuji setinggi langit Messi. Tapi mesti ingat, di atas langit pasti masih ada langit. “Gol pada menit ke-92 yang menjadikan skor 3-2 adalah satu dorongan moral yang amat hebat buat Barcelona,” kata Enrique, dikutip dari bola.com.

Pique Nyinyir Lagi

Bukan hanya Enrique yang berkomentar, Gerard Pique juga ikut-ikutan berkomentar. Namun, yang dikomentarinya bukan hasil pertandingan, melainkan kartu merah Ramos yang menurutnya sangat kasar.

Memang begitulah Pique, mulutnya seperti akun Instagram Lambe Nyinyir, apa juga dibuat nyinyir olehnya. Apalagi kalau bicara Madrid, mulutnya pedas sepedas sambal bikinan mertua.

“Ramos akan menyesalinya saat dia pulang. Saya yakin dia sadar bahwa kartu merah itu sangat layak. Dia melakukan tekel dua kaki ke depan usai Messi lolos, sangat jelas dia tak mendapatkan bola,” kata Pique, nyinyir.

Sementara itu, Ramos tak tinggal diam. Dia berkilah kalau dirinya tak sengaja menebas Messi. Tak ada niat jahat, kejam, apalagi cabul.

“Apakah wasit bersikap lembek kepada kami? Kami seperti Paris Saint-Germain (PSG) saat melawan mereka. Kartu merah itu berlebihan dan membuat kondisi kami jadi sulit di sisa permainan. Memang benar saya terlambat dalam menekel, tapi saya tak pernah sengaja menyakiti lawan,” tuturnya dikutip dari Football Espana.

Main photo credit: AS English

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here