Gelar pemain dengan performa macam Super Saiya Mode: On alias Ballon d’Or, dipastikan tidak akan jatuh ke tangan siapa pun. Pandemi corona menjadi alasan ditiadakannya penganugrahan gelar tersebut.

Seperti diketahui bahwa gelar Ballon d’Or merupakan salah satu gelar individu yang paling diincar para pemain dengan performa ala-ala manusia saiya.

Ballon d’Or yang digelar setiap tahun sempat dikuasai oleh dua cyborg sepak bola bernama Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo.

Namun belakangan para cyborg nampaknya juga termakan usia. Dominasi sempat terusik Luka Modric di tahun 2018 lalu usai penampilan impresif di Piala Dunia yang membuat Ballon d’Or kembali jatuh ke tangan umat manusia.

Tahun ini pun performa dua manusia yang jagonya tidak tahu diri itu juga mulai tersaingi oleh nama-nama lain sepeti Robert Lewandowski, Mohamed Salah, atau pun Karim Benzema yang sukses berprestasi bersama timnya.

https://twitter.com/goal/status/1285200284231315457?s=19

Tapi nyatanya France Football Magazine alias penggagas gelar tersebut, resmi tak meniadakan gelar tersebut tahun ini.

“Ini tahun yang aneh sehingga kami tak bisa memperlakukannya seperti biasa. Katakanlah bahwa kita mulai membahas (untuk mengambil keputusan) sejak dua bulan lalu,” kata editor France Football, Pascal Ferre, seperti dilansir dari Detik.

“Itu bukan keputusan yang kami ambil dengan gampang, tapi kami harus menerima bahwa tahun ini tak bisa mengadakan Ballon d’Or secara normal seperti yang dikenal publik, sebab kami khawatir nantinya kami tak bisa memberi penghargaan dengan adil,” kata dia menambahkan.

Saat ini Lionel Messi jadi pemain dengan koleksi Ballon d’Or terbanyak dengan enam bola emas. Sementara Ronaldo di posisi berikutnya dengan lima raihan.

Gelar Ballon d’Or untuk tahun 2020 dipastikan

https://twitter.com/ESPNFC/status/1285224432378707968?s=19

Main photo: @foxsoccer

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here