Hilal masih belum tampak di Arsenal. Setelah kalah terus-terusan dalam beberapa laga terakhir di Liga Primer, pada laga terakhir lawan Southampton, mereka masih gagal meraih kemenangan.

Meski demikian, Arsenal yang berstatus tim menengah ke bawah patut menuai pujian karena berhasil menahan imbang tim papan atas, Southampton, 1-1.

The Gunners” bahkan sempat ketinggalan duluan lewat gol mantan yang menyakitkan. Theo Walcott lolos dari kawalan bek-bek Arsenal dengan enak menyendok bola saat berhadapan dengan Bernd Leno.

Arsenal berhasil membalasnya di babak kedua. Kerja sama apik bisa diselesaikan Pierre-Emerick Aubameyang yang berhasil mencetak gol setela sekian lama. Saking lamanya, Bertrand Peto sampai sudah tumbuh dewasa dan menyukai wanita.

Arsenal kembali menderita usai Gabriel diusir oleh wasit akibat menerima kartu kuning kedua. Memang yang namanya Arsenal ini memang dekat dengan kata “sial”. Sial melulu, beruntungnya enggak.

Tapi itu saja masih untung dan patut bersyukur. Walau kalah jumlah pemain, Arsenal berhasil mempertahankan skor dan sukses membawa pulang satu poin.

Satu poin ini patut disyukuri daripada tidak sama sekali. Apalagi model tim medioker macam Arsenal. Satu poin itu berharga banget.

“Itu (tekanan pada Arteta) sama sekali bukan masalah. Pelatih tak bisa disalahkan atas situasi yang kami hadapi sekarang,” kata Bernd Leno dilansir dari Sky Sports, disalin dari Kompas.

“Jika Anda melihat cara kami bermain, hanya para pemain yang harus disalahkan. Saya harus jujur mengenai hal ini. Kami mendapat kartu merah, membuat kesalahan, dan tak berada di posisi seharusnya. Ini hal-hal yang yang telah dijelaskan ribuan kali. Pada akhirnya, ini tentang kurangnya fokus para pemain.”

“Pelatih tidak menjadi masalah di ruang ganti, tidak ada kritik untuknya. Kami mengkritik diri sendiri dan para pemain tahu mereka mereka bertanggung jawab,” sambung Leno.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here