Stade Ibn Batouta terpilih menjadi venue untuk menggelar laga perebutan Supercopa Espana atau yang lebih dikenal sebagai Piala Super Spanyol. Namun dalam beberapa waktu yang lalu, kondisi stadion tersebut menjadi gelap gulita akibat tidak adanya aliran listrik.

Kalau mati lampu saja sebenarnya mudah untuk diatasi, tinggal ganti saja lampunya. Namun kejadian yang terjadi di stadion tersebut adalah mati listrik. Penyebabnya ternyata bukan ada pohon roboh di sekitar stadion yang mengganggu aliran listrik, namun perusahaan listrik Amendis sengaja memutus aliarannya ke Ibn Batouta.

Permasalahannya klasik, pihak pengelola belum membayar tagihan. Sejauh ini tidak diketahui apakah kejadian ini akan berpengaruh kepada gelaran Piala Super Spanyol yang akan dilaksanakan pada Agustus mendatang.

Piala Super Spanyol mempertemukan juara Copa del Rey dengan juara La Liga. Barcelona seperti diketahui telah menjuarai La Liga musim lalu. Copa del Rey pun juga sebenarnya mereka yang memenangkan. Pada laga final, Barcelona menghabisi Sevilla dengan skor 5-0.

Alhasil, apabila mengikuti peraturan maka pertandingan akan mempertemukan Barcelona melawan Barcelona. Tentu saja tidak seru, gampang sekali kalau mau taruhan di laga itu. Disuruh meramal macam gurita Paul pun, kambing bendot juga tau yang bakal juara pasti Barcelona. Jadi menang dua-duanya kalau taruhan.

Akhirnya Sevilla yang telah melaju sampai babak final Copa del Rey berhak memperebutkan gelar tersebut.

https://twitter.com/Morocco2026_EN/status/994181464026767360

Ini adalah untuk pertama kalinya gelaran Supercopa dilakukan hanya dalam satu putaran. Pada tahun-tahun sebelumnya, format pertandingan sebanyak dua kali dimana kedua tim bermain tandang dan kandang.

Kali ini pertandingan pun digelar pertama kalinya di tempat netral. Meski begitu, Bagus, Eno, dan Chocky sepertinya tidak akan hadir untuk menyanyikan lagu Terbang Tenggelam. Supercopa kali ini digelar di luar Spanyol yaitu di Maroko. Hal ini jelas tidak menutup kemungkinan bahwa pertandingan Supercopa juga bisa dilaksanakan di Stadion Merpati Depok.

Mengenai permasalahan listrik yang sedang diputus, pihak Manedis menyatakan ingin agar urusan ini segera diselesaiikan. Tidak seru jadinya jika Supercopa nanti digelar tanpa lampu. Bisa saja pakai lilin ala tukang somay sebenarnya, tapi tentu akan menyulitkan.

“Masalah ini (pemutusan listrik) akan segera ditanggulangi, tidak ada yang ingin event ini gagal,” bunyi pernyataan dari pihak Amendis dikutip dari Liputan6.

Stadion Ibn Batouta dibangun pada tahun 2003 yang lalu dan mulai dibuka pada 2011. Stadion dengan kapasitas 65 ribu ini menjadi salah satu yang paling megah di Maroko.

Ibn Batouta dikelola oleh Sonarges. Perusahaan ini juga mengelola beberap stadion megah lain di Maroko dari Casablanca, Agadir, hingga Marrakech. Sayang, belakangan Sonarges mengalami masalah finansial sehingga pembayaran sejumlah tagihan terpaksa mandek.

Sebelumnya, stadion ini juga dipercaya menggelar Piala Champions Prancis antara Lyon dan Marseille pada tahun 2011 dan kompetisi yang mempertemukan PSG dan Monaco pada tahun 2017.

Main photo: tangerpocket.com

3 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here