Swedia mendapatkan poin pertamanya di Piala Dunia 2018 usai menang tipis 1-0 atas Korea Selatan. Menangnya dengan bantuan penalti pula. Tapi meski begitu mereka masih bisa menang daripada Jerman yang menangnya cuma di angan-angan.

Tampil berkostum kuning biru macam bola voli Proliga, Swedia merasa di atas angin, kalau bisa malah di atas awan Kintoun biar kayak Son Goku. Secara postur tubuh, badan warga Swedia jauh lebih besar. Pemain Korsel yang cenderung kecil lebih cocok jadi bintang film atau boyband.

Secara kualitas permainan juga sama. Swedia membuat lebih banyak peluang ketimbang Korsel. Beruntung, kiper Hyun-Woo Cho, yang perawakannya sama sekali enggak cocok jadi kiper, tampil cukup menawan.

Hyun yang sekilas mirip Roy Kiyoshi itu beberapa kali mementahkan peluang Swedia. Terutama peluang rendang yang didapat Marcus Berg di depan gawang, sudah di-tompo sekerasnya masih bisa diblok pakai dengkul kopong Hyun Kiyoshi.

Korsel tak bisa berbuat banyak. Bahkan shot on target mereka nol sama sekali. Entah selama di lapangan itu pemain Korsel pada ngapain saja, mungkin pada latihan lipsync. Soalnya mereka main bola, sudah pasti mainnya ya menendang bola. Tapi segitu banyak mereka menendang tak ada yang ke gawang.

Swedia akhirnya bisa mencetak satu-satunya di gol di laga tersebut. Kado penalti diberikan wasit yang pada laga itu rada curang karena pakai baju beda sendiri.

Min-Woo Kim melakukan tekel telat kepada Viktor Claesson. Kakinya datang terlambat seperti polisi-polisi India. Wasit sempat ragu-ragu dan melanjutkan pertandingan, tapi berkat adanya VAR, keputusan berubah dan yakin kalau itu adalah pelanggaran.

Andreas Granqvist selaku kapten yang mengambilnya, soalnya tidak mungkin pelatihnya yang mengambil penalti. Tendangan dilakukan Granqvist dengan kaki kanan dan tali sepatu terikat rapi, ke arah kanan yang membuat Hyun Kiyoshi salah langkah.

Gol penalti tersebut masih harus disyukuri para penonton bola karena masih untuk ada gol tercipta. Daripada sudah jauh-jauh datang tak ada gol sama sekali. Lebih berabe lagi kalau pertandingannya batal akibat cuaca buruk.

Pelatih Janne Andersson mengakui kalau timnya terlalu banyak membuang peluang sehingga cuma bisa menang 1-0. Bahkan, Andersson memuji kiper Hyun Kiyoshi.

Meski rambutnya berambut coklat macam gorden warteg, dan lebih cocok jadi boyband, tak meyakinkan banget jadi kiper pokoknya, tapi ternyata dia layak dipuji. Walau badannya kecil, tapi gerakannya lincah buat mementahkan peluang Swedia.

“Kami menciptakan banyak peluang dan saya yakin kami bisa lebih efektif dalam pertandingan mendatang. Harus diakui dan sangat jelas bahwa pemain terbaik Korea hari ini adalah kiper mereka,” kata Andersson.

Main photo:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here