Swedia begitu perkasa saat menghadapi Meksiko di match terakhir Grup F Piala Dunia 2018. Bukan hanya lolos ke babak 16 besar, tapi juga membantai lawannya itu dengan skor 3-0. Sebuah pemandangan bagus yang tak pernah ada di IKEA.

Tampil seperti biasa menggunakan kostum kuning macam bola voli Pro Liga, Swedia tampil rada tertekan di awal-awal. Mungkin merasa ada beban juga karena mereka perlu memenangkan laga sambil berharap Jerman keok.

Nyatanya Meksiko yang sempat dapat peluang rendang melalui Carlos Vela. Sayang tendangannya tak menemui sasaran gawang dengan tepat. Malah cenderung mengincar penonton yang wajahnya pada norak diwarna-warnai.

Swedia baru dapat peluang lewat Mikael Lustig. Sundulan jidat depannya mampu menemui Marcus Berg, sayang cocorannya masih bisa diselamatkan Guillermo Ochoa yang masih saja pakai bandana 80-an.

Baru lah di babak kedua Swedia benar-benar mengamuk. Baru beberapa menit dimulai, mereka mencetak gol lewat kaki kiri bek kiri Ludwig Augustinsson yang namanya mirip orang Islandia.

Berawal dari umpan mendatar Berg ditujukan kepada Viktor Claesson. Maksudnya Claesson menendang ke gawang, tapi dia malah tampak seperti lagi pemanasan karena bola tak sepenuhnya tertendang ke gawang. Untungnya masih rezeki, bola tendangan meleset Claesson jatuh di kaki Augustinsson yang langsung disikatnya ke gawang Ochoa.

https://twitter.com/OmfgItsMelisssa/status/1012006050718011395

Unggul 1-0 bikin Swedia makin nyaman. Andai Jerman menang, mereka tetap bisa lolos karena keunggulan produktivitas gol dari Meksiko.

Hal itu bikin Meksiko yang jadi sulit. Alhasil tim Sombrero mencoba membalasnya dengan sebuah gol juga. Kalau membalasnya dengan umpatan di media sosial, sepertinya kurang beretika.

Aksi itu malah bikin Meksiko kebobolan lagi. Kali ini lewat penaltinya Andreas Granqvist gara-gara Hector Moreno menekel Berg dari samping. Coba kalau dilakukan dari atas, mungkin tetap tidak kena karena hal itu rada mustahil terjadi.

Ketinggalan dua gol bikin Meksiko makin panik. Akibatnya memaksa bek Edson Alvarez memasukkan bola ke gawang sendiri. Sapuannya tak berjalan sempurna, malah mengenai tangannya dan meluncur masuk ke gawang.

Mungkin Alvarez ingin seperti Diego Maradona mencetak gol ke gawang lawan pakai tangan tapi tak kesampaian. Akhirnya dia melakukannya pakai tangan ke gawang sendiri. Layak disebut sebagai gol “Tangan Setan”.

“Kami mampu menangani apa yang telah terjadi (saat melawan Jerman). Saya sangat bangga atas pencapaian ini, bagaimana performa kami di lapangan pada laga ini. Para pemain benar-benar sangat disiplin,” ucap pelatih Swedia, Janne Andersson.

Skor 0-3 sebenarnya bisa membuat Meksiko gagal lolos ke 16 besar meski sudah menang di dua laga pertama. Mungkin karena terlalu enak dan yakin lolos, nyatanya bisa dibantai segitu banyak.

Untungnya, di laga lain Jerman takluk 0-2 pada akhir-akhir laga. Hal itu menyelamatkan wajah Meksiko sehingga masih bisa tersenyum kencang sambil menertawakan para pemain Jerman.

Main photo: @footballdailyuk

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here