Manchester United tampak kesulitan menjalani laga Piala Liga Inggris kala menjamu tim kasta ketiga yang hampir termarjinalkan, Rochdale. Bermain di hadapan publik sendiri di Old Trafford, “Setan Merah” berhasil lolos setelah menang di babak tos-tosan.

Sulit untuk menggambarkan situasi dan performa dari Manchester United saat ini. Benar-benar keterlaluan sekali mereka.

Sudah lawan tim kasta ketiga yang sementara berada di peringkat ke-17, main di stadion yang katanya angker bernama Old Trafford, tapi masih saja mereka kesulitan meraih kemenangan.

Tapi setidaknya satu hal positif bisa didapat MU dari laga itu. Lawan tim lemah seperti itu, ternyata mereka tetap konsisten menjadi MU yang sulit menang. Konsisten dalam inkonsistensi.

MU sebenarnya mendominasi laga secara keseluruhan. Total 31 tembakan dilepaskan ke gawang tim tamu serta penguasaan bola hingga 65 persen. Hal yang seharusnya tidak luar biasa sebenarnya mengingat lawan hanyalah tim lemah dari kasta bawah.

Apalagi statistik tersebut tampak sia-sia karena MU juga hanya bisa mencetak satu gol saja sepanjang 90 menit. Sama dengan yang diciptakan tim tamu hanya dari lima peluang yang mereka dapat.

Walau akhirnya berhasil lolos dari hadangan tim kasta ketiga, MU justru langsung OTW kandang singa setelah ditunggul Chelsea di Stamford Bridge pada 28 Oktober nanti. Lawan tim kasta ketiga saja susah payah, entah bagaimana nasib MU nanti.

Pada laga itu MU sendiri baru bisa memecah kebuntuan di menit ke-68 melalui pemain muda mereka, Mason ‘Kayu Hijau’ Greenwood.

Hanya berselang delapan menit, MU dibuat deg-degan setelah pemuda 16 tahun bernama Luke Matheson mencetak gol penyama kedudukan. Hingga 90 menit waktu normal, skor 1-1 bertahan untuk kedua tim membuat laga dilanjutkan babak tos-tosan.

Sayang dari empat algojo,  eksekusi penendang kedua Rochdale mampu ditahan Sergio Romero. Sementara lima penendang MU mampu melaksanakan tugas dengan baik. Skor 5-3 membuat MU berhak lolos ke babak selanjutnya.

Usai laga, Ole Gunnar Solskjaer mengatakan bahwa timnya harus belajar untuk segera mengunci kemenangan.

“Kami unggul 1-0 di banyak pertandingan dan hari ini juga sama, kami memimpin 1-0 dan Anda mesti berpikir untuk terus melaju, mendapatkan gol kedua, yang mana jadi kunci sekarang,” ujar Solskjaer dikutip dari  Detik.

“Itu adalah kurva pembelajaran untuk anak-anak ini juga. Kami perlu mengejar gol kedua. Di klub ini, kita tidak cuma berdiam dan berharap satu gol cukup.”

https://twitter.com/Sporf/status/1176984146515812352

Main photo: Twitter

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here