Manajemen Borussia Dortmund secara tegas mengecam perbuatan sekelompok suporternya yang mencoba bikin rusuh dalam dua laga terakhir mereka. Tak hanya itu, kelompok suporter garis keras itu juga membawa benda-benda terlarang ke stadion.

Benda-benda terlarang yang dimaksud tentu bukan video porno atau rokok karena biasanya itu jadi benda terlarang di sekolah. Tapi yang dimaksud adalah bom asap, flare, masker kupluk atau biasa disebut balaclava, obat-obatan terlarang, sampai senjata tajam.

Untungnya, kelompok suporter yang belum diketahui asal-usulnya dari mana itu belum sempat masuk ke stadion. Dua bus yang membawa mereka keburu dicegat oleh pihak kepolisian Hessen. Polisi yang menggeledah bus tersebut langsung melarang mereka melanjutkan perjalanan ke Darmstadt.

Kasihan, padahal sudah bela-belain bolos kantor demi mendukung timnya berlaga melawan Darmstadt. Tapi apa daya keburu ketangkap polisi duluan. Alhasil, meski tidak separah bonek yang numpang kereta gratisan, kelompok suporter tersebut berhasil dipulangkan dengan damai.

Ini merupakan kedua kalinya kelompok suporter Dortmund bertindak sesuka hati, tidak ada aksi damai seperti yang sedang ramai dilakukan di Jakarta. Sebelumnya, sejumlah fans Dortmund juga ketahuan menyerang pendukung RB Leipzig beberapa saat sebelum laga dimulai di Stadion Signal Iduna Park.

Klub pun langsung merespon hal tersebut lewat website resminya. Mereka mengecam tindakan kelompok suporter yang bisa bikin malu nama besar klub yang warnanya identik dengan Partai Golkar itu.

“Setiap suporter yang berpergian dengan balaclavaflare, bom asap, dan senjata tajam dengan membawa nama Borussia Dortmund dapat mencoreng warna dan nilai kebesaran klub dan juga 10 juta teman dan fans di Jerman,” bunyi pernyataan manajemen di situs resmi.

Tapi, mereka ya cuma sekadar mengecam saja. Sama seperti presiden Indonesia sebelumnya yang bisanya cuma bilang ‘prihatin’. Sejauh ini belum diketahui ada tindakan atau solusi yang diambil dari manajemen klub. Hanya sekadar mengimbau agar aksi suporter bisa cinta damai seperti yang ada di Jakarta.

“Bersama dengan mereka, kami berdiri untuk menunjukkan sikap terbuka dan fans yang cinta damai yang kami semua ingin lihat di dalam stadion dari pekan ke pekan,” sambungnya.

Main photo credit: terracelife.co.uk

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here