Pertandingan Skotlandia melawan Inggris di babak kualifikasi Piala Dunia awalnya biasa-biasa saja. Meski ada beberapa peluang tapi tak ada gol tercipta sampai menit 70-an, padahal penonton sudah bayar mahal-mahal.

Namun, pertandingan berubah 180 derajat memasuki bagian akhir. Susul-susulan gol terjadi seolah menggambarkan kalau kedua tim tak ada yang mau mengalah. Mereka akhirnya berbagi angka 2-2, skor yang jujur dan adil.

Alex Oxlade-Chamberlain yang namanya panjang banget membuka keseruan pertandingan pada menit ke-70. Aksi gocek-goceknya mampu diakhiri dengan sebuah tendangan cukup kencang dan membobol gawang Craig Gordon.

Gordon yang terhalang oleh dua rekannya tampak kaget saat ada bola menuju wajahnya. Dia pun gelagapan bak mendapat serangan kecoak terbang. Meski sempat ditepis tapi bola tetap nakal dan bersarang di gawangnya.

Inggris memimpin 1-0 sampai menit ke-87, seolah bakal memenangkan pertandingan. Namun, tendangan bebas yang ganteng sekali dari Leigh Griffiths mampu menyamakan skor. Lompatan kiper Joe Hart kurang jauh sehingga gagal mementahkan tendangan tersebut.

 

Hanya berselang tiga menit yang mau memasuki injury time, Griffiths lagi-lagi membobol gawang Hart lewat tendangan bebas lagi yang persis sama dengan yang pertama. Posisinya juga sama, mungkin hanya beda beberapa senti saja.

Yang menendang pun sama, bola ditendang sama-sama pakai kaki kiri, bahkan sampai kipernya Inggris pun masih tetap sama, Joe Hart. Hanya bedanya, kalau yang pertama arah tendangannya ke sebelah kiri kiper. Yang kedua mengarah ke kanan.

Kedua tendangan bebas itu seolah bikin mati karier Joe Hart. Masa iya bisa sampai dibobol dua kali dengan tendangan bebas yang serupa tapi tak sama itu.

Pendukung Skotlandia bersorak kegirangan, seolah bakal memenangkan pertandingan tersebut. Namun, Tuhan berkehendak lain. Takdirnya adalah seri.

Beberapa detik kemudian, gantian Harry Kane yang membobol gawang Skotlandia. Umpan panjang dari Raheem Sterling mampu dimanfaatkan dengan baik oleh Kane, cukup satu sentuhan saja. Tak perlu banyak-banyak.

Skor akhirnya seri 2-2, memaksa mereka harus adil dan berbagi sesama. Gol Kane yang menyelamatkan wajah “The Three Lions” terasa begitu spesial karena pertama kalinya dia jadi kapten timnas.

Namun, pelatih bernama “gerbang selatan”, Gareth Soutghate, rada kecewa lantaran Inggris gagal memenangkan pertandingan. Padahal, peluang mereka jauh lebih banyak dari tim tuan rumah.

“Ini merupakan pertandingan yang seharusnya kami menangkan. Memang ada dua momen hanya dalam beberapa detik yang menyalakan pertandingan. Tapi kami tidak kalah, kami tetap menunjukkan mentalitas sampai menit akhir,” katanya dikutip dari FourFourTwo.

Main photo: Twitter (@PremierLeague)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here