Ketika Premier League sedang melakukan laga perdana mereka, Spanyol masih adem ayem menikmati pramusim. Namun tidak untuk tim juara. Juara La Liga, Barcelona,  menghadapi Sevilla pada laga bertajuk Piala Super Spanyol. Pada laga tersebut, “Blaugrana” keluar sebagai juara setelah menang tipis 2-1 atas Sevilla.

Sebelumnya, Sevilla sempat melakukan protes kepada Federasi Sepak Bola Spanyol RFEF terkait aturan pemain non-Eropa. Pasalnya RFEF mengubah peraturan tersebut dan menyatakan klub boleh memainkan lebih dari tiga pemain berkewarnegaraan non-Eropa.

RFEF menganggap laga tersebut tidak bersifat ‘profesional’ sehingga mengubah sedikit peraturan. Pada La Liga sendiri aturan yang berlaku, tiap klub hanya bisa membawa tiga pemain non-Eropa. Sevilla juga sempat dikabarkan mengancam untuk mundur dari pertandingan. Entah mundur ke mana, tapi biasanya kalau namanya mundur pasti ke belakang.

Meski begitu pada akhirnya  pertandingan tetap dijalani oleh Sevilla. Mau bagaimana, masalahnya mereka sendiri sudah lumayan diuntungkan untuk ikut pertandingan tersebut. Sesuai peraturan yang lazim, seharusnya juara Copa del Rey melawan juara La Liga. Kedua gelar tersebut pada tahun ini keduanya diraih oleh Barcelona.

Berhubung enggak mungkin Barcelona tanding sendirian Tim A versus Tim B, akhirnya Sevilla yang merupakan runner-up Copa del Rey menjadi penantang. Sudah diajak, kalau malah menolak main kurang ajar namanya.

Pertandingan tersebut juga menandai debut dari Video Assistant Referee (VAR) di ajang sepak bola Spanyol. Hebatnya, baru melakukan debut, VAR sudah memberikan satu gol untuk Sevilla pada laga itu. Kalah itu Kepa Arrizabalaga yang tak bikin gol pada laga debutnya bersama Chelsea.

RFEF mengikuti jejak Serie A dan Bundesliga yang sejak musim lalu sudah menerapkan teknologi tersebut. VAR yang mendapat sambutan positif pada Piala Dunia 2018 pun langsung saja diterapkan pada pertandingan awal musim di Spanyol itu.

Selain itu pertandingan untuk pertama kalinya digelar dalam satu kali laga. Sebelumnya Super Copa selakukan dalam dua leg. Super Copa 2018 ini juga dilaksanakan di luar Spanyol pertama kali sepanjang sejarah.

Jadi banyak sekali ‘serba pertama’ di laga ini. Kalau di kolom komentar biasanya sudah ada yang nongol sambil bilang ‘Pertamax’. Entah ada kebanggaan apa kalau bisa ‘pertamax’ di kolom komentar. Namanya juga netizen.

https://twitter.com/Football__Tweet/status/1028577582281777152

Pada pertandingan yang digelar di Stade de Tanger, Maroko, laga berjalan dengan ketat. Sevilla yang sempat unggul terlebih dahulu harus menyerah 1-2 pada akhirnya. Sevilla langsung mencetak gol pada sembilan menit laga berjalan melalui Pablo Sarabia.

Namun hakim garis sontak mengangkat bendera tanda offside. Kalau melambaikan tangan ke kamera biasanya tanda menyerah karena sudah diganggu oleh mahluk halus. Namun wasit Carlos Del Cerro akhirnya memutuskan untuk melihat tayangan VAR di pinggir lapangan.

Setelah melihat tayangan yang sepertinya tidak lebih lama dari video mirip Marion Jola yang sempat heboh tersebut, wasit menilai bahwa posisi Sarabia adalah on side. Keputusan itupun menjadi gol debutan bagi VAR di sepak bola Spanyol.

Bukan tidak mungkin dalam beberapa puluh tahun lagi, VAR sudah membantu mencetak gol lebih banyak dari Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi. Sevilla unggul 1-0 atas Barcelona.

Pertandingan berjalan sengit di mana kedua tim bergantian melakukan serangan. “Blaugrana” akhirnya mencetak gol tiga menit jelang babak pertama berakhir. Tendangan bebas Messi yang mengenai tiang, memantul ke punggung kiper, dan ke tiang lagi sebelum mengarah ke tengah gawang.

Gerard Pique yang sedang nganggur akhirnya langsung menendang bola hingga masuk ke gawang. Mungkin pikirnya daripada di depan gawang tidak berbuat apa-apa. Mau narikin parkir tidak ada yang bawa motor ke dalam stadion, lebih baik memang mencetak gol saja. Babak pertama berakhir imbang 1-1.

Barcelona baru unggul pada menit ke-78 melalui sepakan roket Ousmane Dembele dari luar kotak penalti. Tendangan kerasnya diteruskan oleh tiang untuk masuk ke gawang. Meski begitu Dembele tidak dihitung memberikan assist kepada tiang. Hingga berakhir, skor 2-1 tetap bertahan untuk keunggulan Barcelona.

Pelatih Ernesto Valverde sendiri memberikan pujian khusus untuk Dembele yang bermain bagus dan mencetak satu gol pada malam tadi. Valverde juga berharap banyak kepada pemain muda Prancis tersebut.

“Dembele? Kami memiliki harapan yang tinggi untuk dirinya. Dia (Dembele) memiliki kualitas luar biasa untuk menyebabkan ketidakseimbangan dan memberi kami lebih banyak. Kami ingin dia melangkah maju karena masih muda dan memiliki jalan yang panjang untuk dilalui,” ujar Valverde dikutip dari Okezone.

https://twitter.com/Squawka/status/1028758577102692353

Main photo: dnisalta.com

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here