Baru mulai Liga Primer, Chelsea langsung jadi bahan bully-an. Maklum, mereka kalah dari tim hidup segan mati tak mau, Burnley. Yang jadi bahan empuk buat di-bully karena mereka tertinggal 0-3 lebih dulu meski akhirnya diperkecil jadi 2-3, padahal main di depan warganya sendiri.

Chelsea datang dengan percaya diri ke Stamford Bridge, berharap memberikan permainan menghibur buat fans-nya. Alih-alih menghibur buat fans-nya sendiri, malah mereka menghibur fans-nya Burnley dan seluruh fans anti-Chelsea di muka bumi. Sunggu mulia sekali Chelsea ini.

Kemuliaan Chelsea dimulai saat Gary Cahill menerima kartu merah karena melakukan tackle kobra kepada salah satu pemain Burnley yang tak mau disebutkan namanya. Padahal pertandingan baru berjalan 14 menitan.

Itulah yang bikin Chelsea tanpa Olivia itu kocar-kacir. Mereka gelagapan bermain melawan 11 orang pemain Burnley yang pada pakai kostum warna putih semua, tak ada yang beda kecuali kiper.

Gol pertama Burnley dicetak pemain biasa-biasa saja, Sam Vokes, lewat tendangan asal-asalan. Tendangan asal-asalannya masuk ke gawang dengan lemah dan tak terjangkau Thibaut Courtois.

Selang beberapa menit, giliran pemain biasa lainnya, Stephen Ward yang bikin gol lewat tendangan keren macam tendangannya si Madun. Sebelum ditutup oleh Vokes lagi pakai sundulan kepala. Skor 0-3 di babak pertama, bikin suporter Chelsea tertunduk kecewa.

Di babak kedua, Antonio Conte memasukkan Alvaro Morata yang dibeli tidak semurah kacang goreng di warkop. Masuknya Morata membawa perubahan.

Pertama, pemain ganteng itu mencetak gol lewat sundulan kepala sambil terbang layaknya Superman. Dia tak mau kalah dengan Vokes yang bikin gol lewat kepala.

Lagi asyik-asyiknya mengejar ketinggalan, Chelsea malah kehilangan pemain lagi setelah Cesc Fabregas diusir wasit. Mungkin mereka masih kurang tertantang kalau main 10 lawan 11.

Beruntung, meski kurang orang Morata mampu bikin assist keren tanpa melihat ke gawang kepada David Luiz. Dengan satu sentuhan mampu membobol gawang Burnley yang dijaga seorang kiper tanpa alasan.

Sayang, Chelsea cuma mencetak dua gol saja. Kalah sama Burnley yang bikin tiga gol. Jadilah bully-bully-an di dunia maya menjadi nyata. Apalagi namanya netizen, pasti demen kalau ada yang begituan.

Meski kalah di laga perdana, Antonio Conte mengaku tak kecewa. Dia memetik pelajaran buat timnya untuk selalu siap bermain dalam jumlah pemain yang kurang.

“Dikeluarkannya Cahill jadi momen kunci. Bermain dengan 10 pemain kemudian sembilan pemain sangatlah sulit. Saya mungkin harus mulai membuat sistem baru dan mencoba mengantisipasi ketika situasi ini kembali terjadi pada laga selanjutnya,” kata Conte, mencoba ngeles.

 

Main photo: @Squawka

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here