Mamadou Sakho akhirnya buka mulut soal pengasingan dirinya dari Liverpool. Pemain asal Prancis itu mengaku dirinya memang bandel selama di Anfield. Tapi, bandel bukan berarti membangkang.

Sakho memang seperti ABG yang lagi senang-senangnya keluar malam, melihat cabe-cabean, dan nongkrong di flyover. Sudah umur 26 tahun harusnya sudah jadi bapak ganteng menggendong. Tapi, Sakho masih saja bandel.

Mantan pemain Paris Saint Germain (PSG) itu memang suka melakukan aksi indisipliner di Liverpool. Yang paling sering adalah kebiasaannya datang terlambat ke sekolah. Alhasil, poin pelangarannya sudah maksimal dan langsung diultimatum guru BP.

Pelatih Juergen Klopp langsung mencoret namanya dari skuat Liverpool musim ini, meskipun kalau di FIFA dan PES masih ada namanya. Alhasil, tak sekalipun Sakho bermain bola, atau sekadar cuci-cuci mata di bangku cadangan.

Sakho akhirnya mengakui perbuatannya. Dia mengaku khilaf meski menolak jika dibilang sengaja untuk membangkang, atau sampai mengkudeta.

“Benar bahwa saya suka datang terlambat. Ada peraturan yang harusnya saya teliti. Tapi saya tidak melihat saya keluar peraturan, saya tetap menghormati semuanya,” ujar Sakho, ngeles, dikutip Sports Mole.

Memang lucu, tidak keluar dari peraturan tapi nyatanya sering dilanggar. Mungkin prinsip Sakho sama kayak orang Indonesia yang pada sok berani itu, “peraturan diciptakan untuk dilanggar”.

Pemain yang rambutnya suka dibentuk aneh-aneh itu memang sudah menjalani hukumannya selama separuh musim ini. Dia juga sudah minta maaf kepada pelatih dan seluruh tim.

Sakho mengaku ingin taubat dan kembali ke jalan yang benar, membela Liverpool yang sekarang sedang rada nyungsep itu.

“Saya berlatih keras, saya punya kesempatan berlatih dengan tim cadangan yang membuat saya tetap bugar,” tambahnya.

Main photo credit: The Independent

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here