Rafinha yang dipinjamkan Barcelona untuk Inter Milan tampaknya enggan untuk balik lagi ke tim asalnya. Dia sepertinya sudah pewe tanpa Gaskins alias posisi wuenak di Guiseppe Meazza. Mager jadinya pindah-pindah terus. Mungkin tidak mau dia disamakan dengan bola ping-pong yang selalu dioper bolak-balik bolak-balik habis itu di-smash.

Pemain yang andal jika disuruh menirukan gaya bicara orang Brasil itu datang ke Inter pada bursa transfer Januari lalu. Namun dirinya datang tidak dengan status permanen melainkan pemain pinjaman saja macam koperasi daerah.

Namanya dipinjam, seharusnya dikembalikan. Tetapi memang sering terjadi di era modern ini ada kejadian pinjam pinjam, tahunya jadi hak milik. Sengaja dilama-lamakan pinjamnya sampai yang meminjamkan lupa.

Tetapi untuk urusan Rafinha, sepertinya Barcelona tidak akan lupa meski sudah dipinjam hampir selama lima bulan. Pemain yang dibesarkan oleh ayahnya Thiago Alcantara itu memiliki klausul pembelian permanen dengan harga yang tidak main-main.

“Nerazzurri” harus mengeluarkan dana dengan total 40 juta euro uang betulan jika ingin mendapatkan jasa permanen sang pemain. Mudah memang kalau membayarnya dengan uang monopoli, apalagi bisa utang di bank. Hal inilah yang kemudian menjadi permasalahan.

Pelatih Inter Milan, Luciano Spalletti mengatakan bahwa pihak manajemen merasa keberatan untuk mengaktifkan klausul pembelian tersebut. Sayang memang tidak ada subsidi pemerintah seperti bensin premium jadi harga Rafinha tetap mahal. Inter hanya ingin kembali meminjam sang pemain.

Mulai terlihat seperti siasat. Pinjam, diulur-ulur, sampai Barcelona lupa, kemudian akhirnya jadi hak milik deh tanpa harus membayar.

“Apakah masih akan bertahan di Milan atau tidak nantinya bergantung pada Inter Milan dan bukan kami,” ungkap Mazinho, agen sekaligus ayah dari Rafinha dikutip dari Liputan6.

Masa depan Rafinha kini berada di persimpangan jalan. Pasalnya Inter belum melakukan penawaran kepada Barcelona untuk mempertahankan sang gelandang. Sedangkan Rafinha mengaku sudah sangat betah pada klub satu kontrakan AC Milan tersebut.

Mazinho yang ternyata turut membawa Brasil juara Piala Dunia 1994 itu mendesak agar manajemen Inter segera terbang ke Barcelona untuk membicarakan masa depan buah hatinya.

“Saya tak tahu apakah kami akan mendengar kabar terbaru setelah 30 Juni, yang pasti kami hanya menginginkan agar Inter Milan bergerak dan menemui Barcelona. Bisa saya katakan bahwa Rafinha sangat bahagia di sini, tapi sekali lagi semua bergantung pada kesepakatan antara Inter dan Barcelona,” ujar Mazinho.

Sejak bermain untuk Inter, Rafinha menunjukan performa yang cukup apik. Ia juga mengemas dua gol dan tiga assist sejak Januari lalu. Dirinya juga berperan besar atas keberhasilan Inter kembali ke Liga Champions pada musim depan.

Gaya permainan Inter berubah, pemain berusia 25 tahun itu benar-benar jadi sentral lini serang “La Beneamata“. Sayangnya, Rafinha yang berwajah ganteng informatif itu tidak jago menjadi kiper.

Main photo: nerazzurriale.com

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here