Meski sudah juara, Chelsea tetap harus menyelesaikan semua pertandingan di Liga Primer. Salah satunya mengalahkan Watford 4-3 di Stamford Bridge kemarin. “The Blues” tampak bersenang-senang meladeni perlawanan tamunya, penonton pun disuguhkan banyaknya gol.

Bek sekaligus kapten bernama John Terry membuka kemenangan Chelsea lewat dengan memanfaatkan kemelut tidak jelas di depan gawang Watford. Cukup dengan tendangan tipisnya bola sudah masuk ke gawang dengan nyaman.

Namun, setelah mencetak gol Terry tanpa Putri malah melakukan blunder satu menit setelahnya. Maksud hati mau menghalau bola, tapi sundulannya malah kentang alias kena tanggung. Alhasil langsung disikat Etienne Capoue.

Chelsea kemudian kembali unggul setelah mencetak dua gol tambahan lewat tendangan tanpa alasan Cesar Azpilicueta dan tendangan formalitasnya Michy Batshuayi. Unggul 3-1 bikin mereka santai, tapi di sinilah letak menariknya sepak bola.

Watford ternyata tidak mau kalah. Mereka juga ikut-ikutan menambah dua gol sehingga kedudukan jadi seri 3-3. Pertama lewat gol cantik Daryl Janmaat yang meliuk-liuk bak tarian perut Shakira.

Yang kedua melalui Stefano Chuka Okaka yang tanpa ampun memanfaatkan situasi enggak jelas. Entah gimana Kurt Zouma gagal mengantisipasi bola dengan baik sehingga bolanya jatuh di kaki Okaka. Bola pun masuk ke gawang melewati garis yang akhirnya disahkan wasit.

Hasil seri mungkin sudah lumayan buat Watford yang bernuansa kuning-hitam kayak marka jalan. Namun, Chelsea sepertinya maruk ingin terus memborong kemenangan. Cesc Fabregas jadi penentu kemenangan Chelsea tanpa Islan apalagi Olivia itu pada menit ke-88.

Meski sempat dag-dig-dug-ser dan bikin Antonio Conte geregetan, dia ternyata cukup senang dengan pertandingannya. Apalagi, sebagian besar laga ini jadi panggungnya para darah muda seperti Nathan Ake, Zouma, Batshuayi, dan Nathaniel Chalobah.

“Saya kira ini hal yang lucu. Tentu saya senang melihat pertandingan seperti ini di akhir musim. Saya juga senang bisa memberikan kesempatan bermain buat para pemain muda. Kami membiarkan lawan mencetak tiga gol, tapi kami balas dengan empat gol,” ucapnya dikutip dari Football London. 

Conte dan Terry Saling Puji

Conte juga memuji sang kapten yang belakangan jarang dimainkan itu. Beruntung tidak sampai jamuran karena kelamaan disimpan di bangku cadangan.

Bek berusia 36 tahun itu memang cuma delapan kali main di Liga Primer musim ini. Harap maklum karena faktor usia jadi alasan utama Conte mencadangkannya.

Namun, golnya ke gawang Watford membuatnya jadi bek yang mampu mencetak gol setiap musimnya. Jarang-jarang ada bek yang bisa begitu. Diego Costa saja belum tentu bisa jadi bek.

“Terry menunjukkan bahwa dia bisa terus bermain. Dia mencetak gol yang cukup bagus. Saya tak sabar melihat dia mengangkat trofi hari Minggu nanti,” tambahnya.

Bukan cuma Conte yang memuji Terry, Terry sendiri juga ikut memuji Conte. Mereka berdua saling memuji, begitu saja terus sampai Paul Pogba naik haji.

“Conte brilian. Bahkan dengan saya, setelah tak memainkan saya dia berkata jujur dan profesional. Dia membawa saya ke kantornya untuk menjelaskan situasinya. Saya tak pernah merasakan itu dengan seorang pelatih. Kejujuran dan komunikasinya fantastis, itulah yang diinginkan pemain,” kata Terry.

Main photo credit: Twitter (@ChelseaFC)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here